Rabu, 16/06/2021 06:16 WIB

China Sesalkan AS Blokir Pernyataan DK PBB soal Gaza

Pemerintahan Presiden Joe Biden mengatakan sedang bekerja di belakang layar dan bahwa pernyataan Dewan Keamanan dapat menjadi bumerang.

Menteri Luar Negeri Tiongkok Wang Yi berpidato dalam Konferensi Keamanan Munich ke-56 di Bayerischer Hof Hotel di Munich, Jerman pada 15 Februari 2020.

United Nations, Jurnas.com - China pada Minggu (16/4) menyuarakan penyesalan bahwa Amerika Serikat (AS) memblokir pernyataan Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) tentang kekerasan Israel-Palestina saat PBB mendesak upaya internasional menghentikan pertumpahan darah.

"Sayangnya, hanya karena halangan satu negara, Dewan Keamanan belum dapat berbicara dengan satu suara pun," kata Menteri Luar Negeri China Wang Yi, yang negaranya memegang jabatan presiden bergilir Dewan pada sesi virtual.

"Kami meminta AS untuk memikul tanggung jawabnya yang semestinya," sambungnya.

AS, sekutu utama Israel, menunda sesi Dewan Keamanan dari minggu lalu dan menunjukkan sedikit antusiasme untuk sebuah pernyataan.

Pemerintahan Presiden Joe Biden mengatakan sedang bekerja di belakang layar dan bahwa pernyataan Dewan Keamanan dapat menjadi bumerang.

Dalam sambutan publiknya, pemerintahan Biden dengan tegas mengatakan bahwa Israel dibenarkan dalam membela diri dalam menanggapi tembakan roket oleh Hamas, namaun juga mendesak de-eskalasi.

Wang mendesak gencatan senjata segera dan meminta Dewan Keamanan untuk mengambil "tindakan tegas," termasuk mengulangi dukungan untuk solusi dua negara.

Dia mengatakan bahwa China, yang telah memperluas perannya di dunia, akan menyambut baik menjadi tuan rumah pembicaraan antara perwakilan Israel dan Palestina. (AFP)

TAGS : Amerika Serikat Konflik Israel-Palestina China




JURNAS VIDEO :

TERPOPULER :