Rabu, 16/06/2021 05:16 WIB

Gus AMI: Lonjakan Pandemi Bisa Hancurkan Tren Positif Iklim Investasi

Program vaksinasi nasional masih belum mencapai target

Abdul Muhaimin Iskandar (Gus AMI)

Jakarta, Jurnas.com - Wakil Ketua DPR-RI bidang Korkesra Abdul Muhaimin Iskandar alias Gus AMI mengatakan, Pemerintah perlu mengambil langkah-langkah kebijakan yang lebih implementatif untuk menjaga iklim investasi yang mulai membaik.

Gus AMI yang juga Ketua Umum DPP Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) mengingatkan, salah satu tantangan terberat saat ini masih terkait penanganan Pandemi Covid-19. Sejumlah kebijakan dalam penanggulangan Covid-19 masih perlu dilakukan berbagai perbaikan.

"Kebijakan mudik lebaran misalnya, meskipun telah dilarang, namun tetap tidak mampu membendung secara penuh mobilitas masyarakat. Kondisi yang tentunya akan meningkatkan risiko lonjakan kasus dan penyebaran Covid-19,” ujar Gus AMI, Minggu (16/5/2021).

Gus AMI menilai harus ada upaya lebih keras dalam menangani Covid-19. Apalagi sejauh ini program vaksinasi nasional masih belum mencapai target yang ditetapkan.

"Pemerintah perlu menuntaskan program vaksinasi tersebut sebagai bentuk penanganan antisipasi lonjakan kasus Covid-19," ungkapnya.

Indonesia sendiri diprediksi akan memasuki masa pemulihan pada triwulan II-2021. Salah satu indikatornya adalah pertumbuhan realisasi nilai investasi yang sudah menunjukkan kenaikan.

Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) menyebut capaian realisasi investasi pada Triwulan I-2020 sebesar Rp 219,7 triliun, atau meningkat 2,3 persen dari periode sebelumnya (quartal to quartal) dan naik 4,3 persen dibandingkan tahun 2020 (year on year).

Gus AMI menyebut nilai investasi di Indonesia dipercaya berada pada jalur pemulihan, seiring dengan semakin agresifnya perusahaan-perusahaan rintisan (startup) dari berbagai sektor, seperti fintech dan logistik, yang mulai memasuki pasar bursa sebagai upaya untuk mendapatkan pendanaan.

Melalui pendanaan tersebut, jelas Gus AMI, diharapkan perusahaan-perusahaan tersebut dapat mendorong banyak usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) sebagai salah satu mitra mereka untuk terus tumbuh.

Selain pada perusahaan rintisan, investasi di sektor manufaktur perlu terus didorong mengingat sektor tersebut merupakan salah satu penggerak pertumbuhan ekonomi, terutama bagi industri yang memiliki nilai tambah tinggi dan menyerap banyak tenaga kerja.

Menurutnya, melalui fungsi anggaran, DPR perlu secara berkala mengevaluasi besaran anggaran Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) untuk menjaga momentum pertumbuhan ekonomi yang untuk sebagian ditopang dengan keberhasilan program vaksinasi nasional yang belum mencapai target. Per 30 April 2021, realisasi dana PEN telah mencapai 22,3 persen.

Gus AMI mengatakan, perusahaan-perusahaan yang menerima pendanaan program PEN harus dapat memberikan dampak bagi ekosistem sejenis, terutama bagi startup yang melibatkan UMKM sebagai mitra mereka.

"Bersama-sama pemerintah, DPR RI dapat melakukan penghitungan kembali (re-exercise) besarnya dana transfer bagi daerah, terutama daerah-daerah yang memiliki potensi sebagai kawasan tujuan investasi untuk dapat mendorong pertumbuhan ekonomi di wilayah tersebut di antaranya melalui penciptaan lapangan kerja dan pemberdayaan pelaku usaha di daerah-daerah tersebut,” katanya.

Dalam menjaga ekosistem yang kondusif bagi investasi, Gus AMI mengatkan salah satu caranya adalah dengan keamanan wilayah, sehingga bisa meningkatkan kepercayaan calon investor khususnya bagi mereka yang menyasar sejumlah sektor di daerah-daerah.

”Yang tidak kalah penting, sinergi antara pemerintah pusat dan daerah masih menjadi persoalan klasik yang terbukti dapat menyebabkan disinsentif bagi dunia investasi. Ini harus terus diperbaiki," papar Gus AMI.

TAGS : Abdul Muhaimin Iskandar Gus AMI PKB investasi Covid-19




JURNAS VIDEO :

TERPOPULER :