Selasa, 07/12/2021 09:24 WIB

Umbas: Pemecatan Seluruh Direksi Kimia Farma Diagnostika Patut Diapresiasi

Salus populi suprema lex esto atau keselamatan rakyat adalah hukum tertinggi.

Michael Umbas, Ketua Umum Relawan Arus Bawah Jokowi (ABJ)

Jakarta, Jurnas.com - Relawan Arus Bawah Jokowi (ABJ) mengapresiasi langkah tegas Menteri BUMN Erick Thohir memecat seluruh direksi Kimia Farma Diagnostika, buntut dari kasus antigen bekas di Bandara Kualanamu, Sumatera Utara (Sumut).

Ketua Umum ABJ, Michael Umbas mengatakan, kasus antigen bekas yang terjadi di Kualanamu adalah persoalan serius, dan dampaknya sangat luar biasa bagi masyarakat yang bepergian.

Bahkan tidak tertutup kemungkinan kasus antigen bekas tersebut justru membuat penyebaran COVID-19 semakin masif.

"Salus populi suprema lex esto atau keselamatan rakyat adalah hukum tertinggi. Adagium itu sepatutnya dijadikan pedoman mutlak, bahkan prinsip dasar bagi seluruh komponen bangsa, tanpa terkecuali jajaran Kimia Farma," tegas Umbas.

Oleh sebab itu, Umbas menilai keputusan pemecatan terhadap Direksi Kimia Farma Diagnostika akan menjadi pembelajaran agar kejadian serupa tidak terulang lagi.

"Pemecatan yang diputuskan Pak Erick, sebagai pembelajaran untuk BUMN yang tidak punya sense of crisis sekaligus wujud punishment untuk kelalaian pengawasan aktivitas yang berakibat pada keselamatan banyak orang," tandasnya.

Umbas menyarankan BUMN membuat hotline atau layanan pengaduan yang bisa menindaklanjuti secara cepat jika ada peristiwa serupa di kemudian hari. Setiap direksi BUMN yang terbukti melakukan pelanggaran wajib hukumnya untuk dipecat.

"Kami optimistis Pak Erick Thohir mempunyai pemikiran visioner, tegas, dan benar-benar berupaya mewujudkan BUMN yang pro-terhadap kepentingan rakyat. Buat hotline agar kasus antigen bekas tidak terulang. Kita juga berharap pandemik COVID-19 segera berakhir," ujar Michael Umbas, Ketua Umum Arus Bawah Jokowi.

TAGS : Erick Thohir Menteri BUMN Kimia Farma Diagnostika Covid-19 antigen bekas sense of crisis




JURNAS VIDEO :

TERPOPULER :