Senin, 26/07/2021 02:43 WIB

Rencana Kenaikan Tarif PPN, Gus AMI: Jangan Menambah Beban Rakyat Kecil

Pemutusan hubungan kerja terjadi di mana-mana

Abdul Muhaimin Iskandar (Gus AMI), Wakil Ketua DPR-RI, Ketua Umum DPP PKB

Jakarta, Jurnas.com - Wakil Ketua DPR-RI bidang Korkesra, Abdul Muhaimin Iskandar (Gus AMI) menilai rencana kenaikan tarif pajak pertambahan nilai (PPN) yang disampaikan Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati bakal menambah beban hidup masyarakat, terutama kalangan menengah bawah.

Gus AMI yang juga Ketua Umum DPP Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) mengingatkan, saat ini beban hidup masyarakat bawah umumnya sudah sangat berat akibat pandemi Covid-19. Pemutusan hubungan kerja (PHK) terjadi di mana-mana, dan tak sedikit usaha rakyat yang gulung tikar.

Bahkan, di beberapa perusahaan juga menerapkan pemangkasan gaji karyawannya. Akibat lesunya daya beli masyarakat, bisnis pun mengalami kontraksi.

"Lihat di mal-mal sepi, baru mendekati Lebaran ini saja agak ramai. Kalau Pemerintah menaikan tarif PPN, ini pasti akan berdampak langsung pada kondisi perekonomian masyarakat," kata Gus AMI, Selasa (11/5/2021).

Rencana kenaikan PPN juga dinilai bakal berdampak pada industri-industri kecil yang dijalankan masyarakat.

"Karena itu, menurut saya harus dikaji betul. Jangan sampai kebijakan yang diambil pemerintah justru bakal berdampak pada meningkatnya beban hidup masyarakat," tutur Gus AMI.

Sebelumnya, Menteri Keuangan Sri Mulyani menyampaikan remcana Pemerintah melakukan reformasi perpajakan yang sehat, adil, dan kompetitif. Salah satunya dengan memperluas basis perpajakan.

Dalam paparannya di acara Musrenbangnas 2021 secara virtual pada Selasa (4/5/2021), tertulis bahwa pihaknya berencana untuk menaikan tarif PPN.

"Dari sisi perpajakan atau pendapatan negara yaitu bagaimana menggali potensi dan peningkatan tax rasio perluasan basis pajak terutama dengan adanya era digital ekonomi dan e-commerce. Kita juga akan melaksanakan cukai plastik dan tarif PPN yang akan dibahas di dalam undang-undang ke depan," jelas Sri Mulyani.

Saat ini, tarif pajak atas konsumen sebesar 10%. Kendati demikian belum jelas berapa besar rencana kenaikan tarif PPN tersebut.

TAGS : Abdul Muhaimin Iskandar Gus AMI Partai Kebangkitan Bangsa pajak pertambahan nilai Sri Mulyani




JURNAS VIDEO :

TERPOPULER :