Senin, 21/06/2021 17:19 WIB

Perempuan Hamil di Thailand Terjangkit Varian B1617 dari India

Center for COVID-19 Situation Administration (CCSA) mengatakan, kasusnya adalah seorang perempuan Thailand hamil yang bepergian dengan putranya dari Pakistan ke Thailand bulan lalu.

Ibu hamil terjangkit varian covid-19 dari India. (Foto: Ilsutrasi)

Bangkok, Jurnas.com - Thailand melaporkan kasus pertama dari varian B1617 dari yang pertama kali terdeteksi di India. Center for COVID-19 Situation Administration (CCSA) mengatakan, kasusnya adalah seorang perempuan Thailand hamil yang bepergian dengan putranya dari Pakistan ke Thailand bulan lalu.

"Hari ini, Departemen Pengendalian Penyakit melaporkan kasus seorang wanita Thailand berusia 42 tahun. Ia hamil 25 minggu dan melakukan perjalanan dari Pakistan ke Thailand pada 24 April, dengan singgah di Dubai. Dia bepergian dengan ketiga putranya yang berusia empat, enam dan delapan tahun," kata asisten juru bicara CCSA Apisamai Srirangsan dalam sebuah penjelasan pada Senin (10/5).

Ditambahkan bahwa keluarga itu ditempatkan di karantina negara bagian dan dinyatakan positif mengidap jenis B1617 tak lama setelah kedatangannya. 

"Metode sekuensing genom utuh digunakan dalam tes oleh Pusat Klinis Penyakit Menular Palang Merah Thailand di Rumah Sakit Chulalongkorn, yang menemukan dan mengkonfirmasi varian B1617 India," kata Apisamai.

India pertama kali melaporkan COVID-19 jenis B1617 pada Oktober. Menurut CCSA, Departemen Pengendalian Penyakit Thailand telah memantau dengan cermat perjalanan dari India.

Sejak 1 Mei, Kementerian Luar Negeri Thailand juga telah menangguhkan penerbitan sertifikat masuk (COE) untuk warga negara asing yang ingin melakukan perjalanan dari India ke Thailand. Pada Senin, Kementerian mengumumkan akan menangguhkan penerbitan COE untuk orang asing dari Pakistan, Bangladesh, dan Nepal mulai 10 Mei.

"Saya ingin menegaskan kembali, tindakan tersebut hanya sementara karena pemerintah Thailand berusaha sebaik mungkin mencegah munculnya dan penyebaran varian baru di negara tersebut. Tindakan ini hanya akan diterapkan sementara untuk semua warga negara asing yang berangkat dari tiga negara tersebut di atas," kata juru bicaranya Tanee Sangrat.

"Namun, warga negara Thailand, diplomat yang sedang menjalankan misi di Thailand dan keluarga mereka serta penduduk tetap yang bepergian dari negara-negara ini masih dapat kembali ke Thailand jika mereka menginginkannya," sambungnya.

Thailand sedang memerangi gelombang ketiga COVID-19, yang menyebar dari kluster di klub malam, konser, dan pesta bulan lalu. Pada hari Senin, CCSA melaporkan 1.630 kasus baru, termasuk delapan pasien dari luar negeri.

Menurut Apisamai, semua penerbangan dari India ke Thailand khusus untuk warga negara Thailand yang pulang dan akan ada empat penerbangan serupa di bulan ini. Saat ini, ada kekhawatiran di kalangan pejabat kesehatan tentang kemungkinan mutasi virus corona di Thailand, tambahnya.

Gelombang terbaru COVID-19 telah menginfeksi lebih dari 56.000 orang dan menewaskan 327 pasien di Thailand sejak 1 April. Pada hari Senin, CCSA melaporkan 29.376 orang sedang dirawat di rumah sakit dan 1.151 di antaranya dalam kondisi kritis.

Menyusul lonjakan kasus baru-baru ini, Perdana Menteri Prayut Chan-o-cha mendorong lebih banyak pengadaan vaksin COVID-19, dengan tujuan untuk menginokulasi 70 persen populasi, atau sekitar 50 juta orang dalam tahun ini.

Negara itu membutuhkan 100 juta dosis untuk menciptakan kekebalan kawanan terhadap virus corona. Sejauh ini, pemerintah sudah mengamankan 63 juta dosis, termasuk 61 juta dosis vaksin AstraZeneca yang akan diproduksi di dalam negeri.

Menurut Prayut, Thailand dijadwalkan menerima 35 juta dosis vaksin Sinovac dari China bulan ini untuk tenaga medis dan mereka yang berada di daerah berisiko.

Sementara itu, Kementerian Kesehatan Masyarakat juga mengusulkan lebih banyak rencana pengadaan vaksin, termasuk 5 juta hingga 20 juta dosis vaksin Pfizer-BioNTech dan 5 juta hingga 10 juta dosis dari masing-masing vaksin Sputnik V, Sinovac dan Johnson & Johnson. (CNA)

TAGS : Varian B1617 Kasus COVID-19 India Thailand




JURNAS VIDEO :

TERPOPULER :