Selasa, 22/06/2021 21:28 WIB

Malaysia Laporkan Kasus Pertama Varian COVID-19 India

Malaysia, yang menghadapi lonjakan kasus COVID-19, pada Rabu melarang penerbangan ke dan dari India dan melarang pelancong dari tujuan India mana pun memasuki negara itu untuk mencegah penyebaran varian baru.

Seorang pekerja medis yang mengenakan pakaian pelindung bersiap untuk mengangkut kasus dugaan virus corona (COVID-19) di Rabat, Maroko pada 1 April 2020 [Jalal Morchidi / Anadolu Agency]

 

Kuala Lumpur, Jurnas.com - Pemerintah Malaysia telah mendeteksi kasus pertama dari varian virus corona (COVID-19) yang sangat menular yang pertama kali diidentifikasi di India.

Demikian kata Menteri Kesehatan Malaysia, Adham Baba pada Minggu (2/5), beberapa hari setelah memberlakukan larangan penerbangan dari India. "Varian tersebut, bernama B.1.617, terdeteksi di warga negara India yang diperiksa di Bandara Internasional Kuala Lumpur, "katanya.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah mendeskripsikannya sebagai variants of interest (VoI) atau variants of concern (VoC), menunjukkan kemungkinan mutasi yang akan membuat virus lebih mudah menular, menyebabkan penyakit yang lebih parah atau menghindari kekebalan vaksin.

"Kami mengimbau masyarakat untuk tetap tenang. Semua upaya kesehatan masyarakat akan terus dilakukan guna memutus mata rantai penularan dan menjamin keamanan masyarakat," kata Adham, seperti disadur dari Reuters.

Dia tidak mengatakan kapan varian itu terdeteksi.

Malaysia, yang menghadapi lonjakan kasus COVID-19, pada Rabu melarang penerbangan ke dan dari India dan melarang pelancong dari tujuan India mana pun memasuki negara itu untuk mencegah penyebaran varian baru.

India sedang berjuang melawan gelombang kedua virus korona yang menghancurkan rumah sakit, kamar mayat, dan krematorium.

Malaysia pada Februari meluncurkan program vaksinasi COVID-19 nasional, yang bertujuan untuk menyuntik 80 persen dari 32 juta penduduknya dalam satu tahun.

Negara Asia Tenggara itu melaporkan 3.418 kasus virus korona baru pada hari Minggu, menjadikan jumlah total infeksi menjadi 415.012 kasus, termasuk lebih dari 1.500 kematian.

TAGS : Varian COVID-19 India Malaysia




JURNAS VIDEO :

TERPOPULER :