Kamis, 11/08/2022 18:57 WIB

Senator Sultan Minta Pemerintah Tertibkan Prokes di Pusat Keramaian

Wakil Ketua DPD RI, Sultan B Najamudin menyoroti ramainya pengunjung pusat grosir Tanah Abang, Jakarta. Data Gubernur DKI, Anies Baswedan menyebutkan, sebanyak 87 ribu orang memadati pasar itu, kemarin.

Wakil Ketua DPD RI, Sultan B Najamudin. (Foto: Humas DPD RI)

Jakarta, Jurnas.com - Wakil Ketua DPD RI, Sultan B Najamudin menyoroti ramainya pengunjung pusat grosir Tanah Abang, Jakarta. Data Gubernur DKI, Anies Baswedan menyebutkan, sebanyak 87 ribu orang memadati pasar itu, kemarin.

"Saya sangat cemas melihat aktifitas keramaian yang membludak tersebut. Jika terus dibiarkan maka akan terjadi lonjakan  kasus Covid-19 pasca lebaran. Maka pemerintah harus melakukan upaya penertiban di titik-titik pasar atau pusat keramaian lainnya,” terang Sultan dalam keterangan resmi, Minggu (2/5).

Dia melanjutkan, pemerintah di tiap tingkatan daerah dan pusat harus bekerja keras dalam mengatasi potensi keramaian dan berakibat kepada lonjakan kasus Covid-19 nantinya.

"Di pusat keramaian harus ada protokol kesehatan yang ketat bagi para pengunjung. Dan bila perlu disiapkan tempat sekaligus alat tes kesehatan, penjagaan ketat oleh pihak kepolisian seperti pengetatan mudik diperbatasan daerah. Maka bagi pengunjung yang tidak memiliki hasil rapid atau bentuk Surya serta bukti kesehatan lainnya tidak diperbolehkan masuk mall Dan lingkungan pasar,” tambah Sultan.

Senator muda asal Bengkulu ini menyebutkan, pemerintah tak boleh terlihat tidak konsisten terhadap aturan Prokes dalam menghadapi Pandemi. Misal satu pihak kita melarang mudik, tapi di pihak lain justru mall, pasar, dan tempat rekreasi justru ramai. Sebab jika ingin berhasil dalam melawan pandemi, kebijakan harus diterjemahkan kan secara penuh dan utuh, tidak boleh parsial.

"Tantangan kita adalah pemerintah pusat hingga pemerintah daerah mampu menyelaraskan kebijakan terhadap penanganan Pandemi Covid-19. Tidak boleh beda-beda persepsi dan sikap. Langgamnya harus sama," tegasnya.

Sultan mengimbau, masyarakat membangun kesadaran dalam membatasi diri dalam kerumunan. Baginya, sekuat apapun pemerintah mengeluarkan larangan dan batasan, tanpa gerakan kolektif masyarakat maka tidak akan pernah berhasil apapun bentuk kebijakan, program dan skema yang diinginkan pemerintah.

Terkait kerumunan di Pasar Tanah Abang, Anies Baswedan telah mengerahkan sebanyak 750 petugas untuk melakukan pendisiplinan. Ia pun mengingatkan masyarakat untuk tidak nekat mendatangi suatu lokasi yang berpotensi menjadi kerumunan.

“Jadi kita butuh dua-dua nya bagi kami siapkan petugas, bagi masyarakat yuk kalau lihat tempat, kalau masuk ke resto lebih atau mendekati 50% jangan masuk. Datang ke sebuah tempat lebih dr 50% jangan masuk. Jadi kitanya harus ikut menjaga sama-sama,” tegas Anies Baswedan.

Terakhir, Sultan sangat menyesalkan kasus Covid-19 di Indonesia yang terus signifikan. Adapun saat per hari ini kasus masyarakat yang terinfeksi virus Corona bertambah 4.512 kasus dengan total 1,67 juta orang yang pernah terinfeksi.

"Kasus tiap hari bertambah, begitupun dengan varian baru yang telah masuk ke Indonesia. Maka harus ad upaya pencegahan dan penindakan terhadap virus Covid-19. Jadi saya sangat berharap kepada pemerintah pusat sampai ke pemerintah daerah mengenai kebijakan terkait Covid jangan melihat dari sisi populis dan tidak populisnya saja. Sebab yang harus diutamakan adalah keselamatan serta kesehatan rakyat banyak,” tutupnya.

TAGS : Warta DPD Pimpinan DPD Sultan B Najamudin Prokes Pusat Keramaian Covid-19




JURNAS VIDEO :

TERPOPULER :