Selasa, 15/06/2021 13:09 WIB

25 PMI di Hong Kong Raih Gelar Sarjana di UT

25 pekerja migran Indonesia (PMI) di Hong Kong, berhasil menyelesaikan studinya di Universitas Terbuka (UT). Upacara Penyerahan Ijazah (UPI) digelar pada Minggu (25/4).

25 PMI di Hong Kong berhasil lulus dari Universitas Terbuka (Ist)

Jakarta, Jurnas.com - 25 pekerja migran Indonesia (PMI) di Hong Kong, berhasil menyelesaikan studinya di Universitas Terbuka (UT). Upacara Penyerahan Ijazah (UPI) digelar pada Minggu (25/4).

UPI dilaksanakan secara daring dan luring sebagai bentuk protokol kesehatan mencegah penularan Covid-19. 23 wisudawan hadir secara fisik di Hong Kong, sedangkan dua lainnya melalui daring.

Rektor Universitas Terbuka, Prof. Ojat Darojat mengatakan ini merupakan prestasi membanggakan yang dicatat oleh PMI Hong Kong. Pasalnya, tantangan studi di UT ditambah kesibukan bekerja merupakan hal yang tidak mudah untuk dilakukan.

"Studi di UT luar biasa jika dibandingkan dengan tatap muka, antara lain karena dibutuhkan kemandirian dengan baik di tengah mereka bekerja. Semoga apa yang diraih pada hari ini dapat menambah kinerja masa depan," kata Ojat.

Adapun 25 wisudawan yang lulus berasal dari program Studi Sastra Inggris Bidang Minat Penerjemahan, Manajemen, Akuntansi, Ilmu Komunikasi, dan Administrasi Bisnis.

Keberhasilan mahasiswa tersebut, lanjut Ojat, sejalan dengan misi utama UT untuk menyediakan akses dan pemerataan pendidikan tinggi bagi seluruh warga negara Indonesia, termasuk mereka yang berada di luar negeri.

"Kegigihan para lulusan UT yang telah berhasil menyelesaikan kuliah di Hong Kong ini merupakan ikhtiyar luar biasa, yang tidak bisa dilakukan semua orang. Keberhasilan wisudawan UT Hong Kong akan menjadi motivasi bagi para PMI Hong Kong untuk mengikuti jejak mereka," imbuh Ojat.

Sementara itu, Konsul Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Hong Kong, Ricky Suhendar mengapresiasi Universitas Terbuka yang hadir untuk meningkatkan kapasitas SDM Indonesia melalui pembelajaran jarak jauh.

Menurut dia program PJJ menjadi relevan dengan kondisi masyarakat global saat ini yang sedang bertarung dengan pandemi Covid-19. Apalagi, UT merupakan pionir dalam dunia digitalisasi pendidikan.

"Kami juga mengapresiasi PMI yang di tengah kesibukan kerja yang demikian padat dan menyita energi, teman-teman memiliki semangat dan kesanggupan yang luar biasa untuk menempuh pendidikan lanjutan. Bekerja sambil belajar berarti dituntut memiliki disiplin diri, inisiatif, dan motivasi yang kuat," ujar Ricky.

"Untuk itu apresiasi saya sebesar-besarnya atas kerja keras teman-teman berkomitmen untuk tidak berhenti menuntut ilmu," sambung dia.

TAGS : Universitas Terbuka Ojat Darojat PMI Hong Kong Wisuda Jarak Jauh




JURNAS VIDEO :

TERPOPULER :