Senin, 17/05/2021 19:39 WIB

Mas Nadiem Bertemu Ibu Mega, Sekjen PDIP: Pemaparannya Sangat Menarik

Menteri Pendidikan penuh dengan inovasi dan terobosan

Nadiem Makarim (kiri) dan Megawati Soekarnoputri (kanan)

Jakarta, Jurnas.com - Pertemuan antara Presiden RI Kelima dan Ketua Umum DPP PDI Perjuangan Ibu Megawati Soekarnoputri dengan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim memici spekulasi terkait gonjang ganjing reshuffle kabinet.

Terlebih Nadiem Makarim termasuk menteri yang banyak disorot publik karena kebijakannya kerap memicu kontroversi. Namun karena sudah bertemu Ibu Megawati, apakah berarti Nadiem aman dari reshuffle?

Terkait hal ini, Sekjen PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto mengatakan, harus dipahami bahwa PDI Perjuangan selalu memegang prinsip bahwa reshuffle hanya terjadi atas keputusan Presiden.

"Pertemuan tersebut (Nadiem dan Ibu Megawati) tidak membahas hal itu. Karena persoalan pendidikan sebagai dasar kemajuan bangsa merupakan hal yang fundamental," jelas Hasto.

Lantas, bagaimana PDIP memandang kinerja Mendikbud dibawah Nadiem Makarim? Hasto mengatakan apa yang dicanangkan oleh Mendikbud Nadiem Makarim dengan pendidikan yang memerdekakan dan berakar pada falsafah pemikiran Ki Hadjar Dewantara perlu mendapat dukungan.

"Partai tidak melihat menteri sebagai individu. Partai melihat menteri sebagai pembantu presiden yang harus menjalankan kebijakan presiden yang berfokus pada upaya menjalankan konstitusi dan UU dengan selurus-lurusnya," jelas Hasto.

Ia menyebut pendidikan juga harus mengedepankan objektivitas, rasionalitas, dan semangat juang untuk menguasai ilmu pengetahuan.

"Atas pemaparan Menteri Pendidikan bagaimana pendidikan juga membumikan Pancasila sangat menarik dan penuh dengan inovasi dan terobosan," tandas Hasto.

Hasto mengingatkan, pertemuan Ibu Megawati dengan Nadiem bukanlah sesuatu yang perlu dianggap aneh. Sebab Ibu Megawati dikenal sebagai sosok negarawan dengan pengalaman yang luas.

Saat usianya baru 14 tahun sudah menjadi delegasi termuda GNB di Beograd. Dan sejak kecil, beliau diajak Bung Karno menerima tokoh-tokoh mancanegara dan tokoh kebangsaan, tokoh agama dan tokoh pergerakan, juga tokoh-tokoh perjuangan.

Dengan pengalaman yang sangat luas, terlebih konsistensi perjuangan Bu Mega pada jalan Pancasila, maka wajar jika secara periodik Ibu Mega berdialog dengan Presiden Jokowi dan jajaran pemerintahannya. Baik dari kalangan menteri, badan-badan negara maupun pimpinan Partai dan pimpinan lembaga-lembaga tinggi negara.

"Pertemuan dengan Pak Nadiem sudah dilakukan beberapa kali, guna membahas politik pendidikan yang bertumpu pada upaya mencerdaskan kehidupan bangsa. Politik pendidikan untuk meletakkan landasan kebudayaan bagi kemajuan bangsanya melalui penguasaan iptek; politik pendidikan yang berakar pada sejarah perjuangan bangsa. Jadi dialog tsb memang perlu bagi kepentingan kemajuan dan peningkatan kualitas pendidikan nasional bangsa," kata Hasto.

Lantas, apa dong yang dibahas selama dua jam pertemuan Ibu Mega dengan Nadiem? Kata Hasto yang dibicarakan terkait politik pendidikan, pentingnya Pancasila, dan juga pendidikan budi pekerti serta kebudayaan.

"Bu Mega berulang kali menekankan pentingnya pendidikan karakter dan pendidikan yang menggelorakan rasa cinta pada tanah air tidak hanya melalui teori, namun juga praktek, guna memahami apa itu gotong royong, nasionalisme, dan pengenalan Indonesia yang begitu plural," kata Hasto.

"Jadi bukan hanya aspek kognitif saja. Ibu Mega juga banyak menceritakan pengalamannya ketika oleh Bung Karno diminta belajar di Perguruan Cikini yang didirikan oleh para pejuang perempuan," tuntasnya.

TAGS : Nadiem Makarim Megawati Soekarnoputri Mendikbud reshuffle kabinet Hasto Kristiyanto




JURNAS VIDEO :

TERPOPULER :