Senin, 17/05/2021 16:41 WIB

Pakar: PKB di Bawah Gus AMI Semakin Solid

Suaranya PKB naik signifikan 

Ketua Umum DPP PKB, Abdul Muhaimin Iskandar (Gus AMI)

Jakarta, Jurnas.com - Pengamat politik dari Universitas Islam (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta Zaki Mubarak menilai ada beberapa hal yang menunjukkan tren Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) di bawah kepemimpinan Abdul Muhaimin Iskandar atau Gus AMI semakin positif.

Pertama, kata Zaki, dari segi perolehan suara. Sejak Pemilu 2014, posisi PKB semakin diperhitungkan.

"Suaranya PKB naik signifikan dibanding sebelumnya saat didera konflik," katanya kepada wartawan, Senin (19/4/2021).

Dia mengatakan, tren positif ini terlihat kembali dalam survei terbaru Charta Politica beberapa waktu lalu. PKB berada di 3 besar.

"Perkembangan ini tidak boleh membawa PKB terlena karena situasi berjalan sangat dinamis. Mudah terjadi perubahan," ujarnya.

Kedua, Zaki mengatakan bahwa selama periode kepemimpinan Gus AMI, PKB menjadi semakin solid. Jauh lebih solid jika dibanding masa-masa sebelumnya yang sarat konflik dan Gus AMI mampu memanage PKB lebih dinamis.

Kata Zaki, beberapa potensi konflik bisa diatasi Gus AMI sehingga tidak meruncing dan berdampak serius.
"Memang tidak semua pihak terpuaskan, tapi hal ini tentunya wajar, fenomena yang terjadi di semua Parpol," imbuhnya.

Ketiga, Zaki menyebut jika dicermati tren positif PKB memang tidak bisa dipisahkan dari strategi dan kepemimpinan Muhaimin Iskandar yang lebih kreatif. Hal tersebut, kata dia, jika dibandingkan Ketua Umum Parpol lainnya.

"Pada pemilu 2014 ia menggandeng musisi Ahmad Dhani dan Bang Haji Rhoma Irama misalnya yang ternyata dampak elektoralnya luar biasa. Ia juga cukup berhasil dalam menjaga hubungan baik dengan NU, dengan para kiai dan santri. Sekaligus pintar merangkul kaum milenial yang jumlahnya sangat besar," ungkapnya.

Keempat, PKB sejauh ini berhasil dalam positioning dirinya sebagai kekuatan religius yang nasionalis, mengintegrasikan wawasan keagamaan dan kebangsaan dan sebagai pengusung moderatisme beragama.

"Berada di titik spektrum tengah. Jika mampu dijaga secara konsisten, hal ini akan menjadi poin positif bagi PKB kedepannya yang membedakan dengan Parpol 2 lainnya," katanya.

Terkait dengan wacana muktamar luar biasa (MLB) PKB, Zaki yakin ada rekonsiliasi yang melibatkan pihak-pihak terkait. Semua persoalan harus didiskusikan dan dibicarakan bersama.

Zaki percaya PKB sebagai partai yang terbuka, inklusif, mampu mengatasi perbedaan-perbedaan pandangan yang ada.

"Sayang sekali jika PKB kembali didera konflik dan terpecah belah seperti era sebelumnya. Menurut saya MLB sama sekali bukan solusi, justru bisa-bisa membuat partai kaum Nahdliyyin ini terpuruk. Yang terbaik adalah membangun dialog dan bersama-sama bersinergi membesarkan PKB," tuturnya.

Menurut Zaki, prinsipnya adalah demokrasi yang sehat dan kuat sangat dipengaruhi oleh dinamika kepartaian yang juga sehat. Dia berpendapat, jika peran dan fungsi Parpol lemah atau dilemahkan, akan membawa kerugian besar bagi stabilitas politik dan demokrasi, termasuk kerugian dalam kehidupan bernegara.

Dia menjelaskan, salah satu fungsi pemerintah adalah menjaga dinamika kepartaian tetap kondusif. Karena itu, menurut dia, pemerintah jangan sampai terlibat dalam intervensi-intervensi terhadap urusan internal Parpol.

"Pemerintah juga dituntut bersikap tegas menindak oknum-oknum yang menyalahgunakan kekuasaannya menganggu partai-partai politik. Biarkan Parpol menjadi mandiri dan tumbuh berkembang dengan sehat," pungkas Zaki.

TAGS : PKB Zaki Mubarak Abdul Muhaimin Islandar Gus AMI elektabilitas




JURNAS VIDEO :

TERPOPULER :