Selasa, 15/06/2021 16:40 WIB

Indonesia Tolak Penimbunan, Nasionalisme dan Politisasi Vaksin COVID-19

Hampir 1 dari 4 orang penduduk di negara berpendapatan tinggi telah divaksin, sedangkan di negara berpenghasilan rendah baru 1 dari 500 orang yang sudah divaksin. 

Menteri Luar Negeri Retno Marsudi

Jakarta, Jurnas.com -  Menteri Luar Negeri Republik Indonesia (Menlu RI), Retno L.P. Marsudi menegaskan, Indonesia menolak penimbunan, nasionalisme dan politisasi vaksin COVID-19.

Hal itu disampaikan saat menghadiri pertemuan GAVI-COVAX Facility bertajuk "Investment Opportunity" yang digelar secara virtual pada Kamis (15/4).

"Hampir 1 dari 4 orang penduduk di negara berpendapatan tinggi telah divaksin, sedangkan di negara berpenghasilan rendah baru 1 dari 500 orang yang sudah divaksin. Seluruh negara harus bersatu menolak penimbunan dan nasionalisme vaksin," tegas Retno.

"Politisasi vaksin juga harus dihilangkan, karena berpotensi menyebabkan perpecahan geopolitik," sambungnya.

Pertemuan dihadiri Kepala Negara, Pejabat Tinggi Negara, Organisasi Internasional, dan Perusahaan-perusahaan besar di bidang farmasi tersebut bertujuan untuk menggalang dana untuk memenuhi kebutuhan vaksin global yang dikoordinasikan oleh COVAX Facility.

Untuk memenuhi target penyediaan 1,8 miliar dosis vaksin di tahun 2021, masih dibutuhkan tambahan dana setidaknya USD 2 miliar.

Retno juga menyampaikan apresiasi atas telah dikirimnya 38 juta vaksin ke 100 negara di 6 benua melalui skema Covax Facility. Ini menjadi bukti, multilateralisme dapat membuahkan hasil yang konkrit. Namun, perjuangan belum berakhir melawan pandemi.

"COVAX Facility memerlukan dukungan dari kita semua, dan setiap negara bertanggung jawabmemastikan akses yang setara terhadap vaksin. Setiap pihak harus lebih berani berkomitmen dan beraksi untuk memastikan terlaksananya produksi dan distribusi vaksin secara tepat waktu, serta peningkatan skala produksi vaksin," ujar Retno.

"Ini bukan sekadar kewajiban moral, tapi sebuah kepentingan bersama untuk memastikan semua orang aman. Solidaritas global harus dikedepankan," tambahnya.

Pertemuan tersebut telah membuahkan hasil konkret berupa komitmen pendanaan hampir mencapai USD 400 juta dari Swedia, Norwegia, Belanda, Liechtenstein, Portugal, Jerman, dan Bill and Melinda Gates Foundation.

Kampanye penggalangan dana ini akan terus dilakukan, antara lain melalui pertemuan GAVI COVAX AMC Summit yang akan digelar di Jepang pada bulan Juni 2021, dipimpin oleh Perdana Menteri Jepang, Yoshihide Suga.

TAGS : Vaksin COVID-19 Retno Marsudi Nasionalisme Vaksin




JURNAS VIDEO :

TERPOPULER :