Jum'at, 14/05/2021 23:53 WIB

Korban Meninggal Banjir NTT Capai 179 Orang

Seluruh desa yang terdampak bencana telah terjangkau, sekaligus memastikan tidak ada desa yang terisolir

Banjir NTT (foto: Mongabay)

Kupang, Jurnas.com - Pemerintah Indonesia mengumumkan, korban yang meninggal akibat banjir di Nusa Tenggara Timur (NTT) bertambah menjadi 179 orang hingga Senin malam.

Wakil Gubernur NTT Josef Nae Soi mengatakan, sebanyak 46 orang masih dinyatakan hilang.

"Usaha untuk mencari 46 orang masih dilakukan," kata Josef dalam konferensi pers virtual, Senin malam.

Menurut Josef, seluruh desa yang terdampak bencana telah terjangkau, sekaligus memastikan tidak ada desa yang terisolir.

Untuk daerah yang jembatannya terputus, pemerintah menggunakan alternatif melalui jalur udara dan kapal laut.

Wagub juga menerima informasi terjadi tanah longsor di Desa Tido dan Lipan, pada Senin sore.

Josef menambahkan, aparat keamanan dari Polres dan Kodim, sudah turun ke lapangan.

"(Kemarin malam) mereka dengan alat berat sudah turun ke lapangan," ucap dia.

Diketahui, banjir bandang, tanah longsor, dan gelombang tinggi yang melanda wilayah NTT pada Minggu, 5 April 2021, dipicu oleh siklon tropis Seroja.

Badan Metereologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengatakan, siklon tropis Seroja ini merupakan peristiwa yang langka dan baru pertama kali terjadi di Indonesia.(Anadolu Agency)

TAGS : Banjir NTT Korban Adonara




JURNAS VIDEO :

TERPOPULER :