Selasa, 07/12/2021 09:35 WIB

Dolar AS Melemah, Harga Minyak Mentah Jadi Tak Menentu

Harga minyak mentah menjadi tak menentu akibat melemahnya dolar AS dan dengan lebih banyak pasokan diharapkan dari keputusan OPEC + untuk mengurangi penurunan produksi setelah April.

Dolar AS

Jakarta, Jurnas.com - Harga minyak mentah menjadi tak menentu akibat melemahnya dolar AS dan dengan lebih banyak pasokan diharapkan dari keputusan OPEC + untuk mengurangi penurunan produksi setelah April.

Dilansir Middleeast, Sabtu (10/04), patokan harga internasional minyak mentah Brent diperdagangkan pada $ 63,10 per barel pada 06.09 GMT mengalami penurunan 0,15 persen setelah penutupan Kamis pada $ 63,20 per barel.

Patokan Amerika West Texas Intermediate (WTI) berada di $ 59,61 per barel pada saat yang sama untuk kenaikan 0,01 persen setelah mengakhiri sesi sebelumnya di $ 59,60 per barel.

Penurunan nilai indeks dolar AS Kamis malam yang mengukur nilai dolar Amerika terhada mata uang negara lain, termasuk yen Jepang, pound Inggris, dolar Kanada, krona Swedia, dan franc Swiss, mendukung permintaan minyak mentah yang lebih tinggi sebagai pelemahan.

Dolar AS menjanjikan pembelian minyak mentah yang lebih murah bagi negara-negara pengimpor minyak.

Namun, harga minyak masih tertekan setelah produsen minyak utama OPEC + memutuskan untuk meningkatkan produksinya setelah April. Produksi grup akan meningkat 2,1 juta barel per hari (bph) hingga akhir Juli, mengurangi pengurangan produksi saat ini sebesar 7,9 juta barel per hari.

Sementara itu, Iran dapat memulai produksi jika upaya diplomatik yang diintensifkan, yang dimulai di Wina pada hari Selasa, terbukti berhasil mengembalikan AS ke perjanjian nuklir, sehingga mengakhiri sanksi era Trump terhadap Iran.

Prakiraan imbang yang lebih besar dari persediaan minyak dunia pada tahun 2021, khususnya pada triwulan kedua, juga menjadi sentimen positif bagi pemulihan ekonomi global yang lebih cepat.

Laporan terbaru Administrasi Informasi Energi AS (EIA) merevisi perkiraan harga minyak mentah global untuk tahun 2021, yang berasal dari ekspektasi produksi minyak mentah OPEC yang lebih rendah pada kuartal kedua tahun 2021.

TAGS : Dolar AS Minyak Mentah Peningkatan Harga




JURNAS VIDEO :

TERPOPULER :