Selasa, 20/04/2021 21:00 WIB

Politikus Gerindra Tersangkut Dugaan Penipuan Rp16 Miliar, Polda Metro: Segera Diproses

Saya belum terima duitnya sepeserpun

Haerul Saleh, Anggota DPR Fraksi Partai Gerindra

Jakarta - Politikus Partai Gerindra Haerul Saleh dilaporkan ke Polda Metro Jaya dalam kasus dugaan penipuan lebih dari Rp16 miliar.

Haerul yang merupakan Anggota Komisi XI DPR RI dilaporkan ke polisi oleh pengusaha asal Jakarta, Surya Ismail Bahari, pada 2019 silam.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus membenarkan ada pengaduan kasus yang membelit Haerul Saleh. Kasusnya kini ditangani Reserse Kriminal Umum Polda metro Jaya.

"Saya sedang cek laporannya dan ini menjadi kewenangan Kriminal Umum Polda Metro Jaya," kata Yursi kepada wartawan di Jakarta, Kamis (8/4/2021). "Kami akan segera proses," imbuhnya.

Surya dalam ketarangannya mengatakan laporannya sudah dinaikkan ke tahap penyidikan. Ia pun sudah menyerahkan semua bukti kepada pihak kepolisian.

"Saya sebagai masyarakat biasa hanya bisa berharap agar kasus ini segera dituntaskan oleh pihak kepolisian,” jelasnya.

Surya menuturkan duduk perkara itu bermula ketika Haerul Saleh menemuinya pada Juli 2018 silam. Dalam pertemuan itu Haerul Saleh mengatakan memiliki lahan nikel di Sulawesi Tenggara (Sultra) untuk digarap.

Nah, Haerul pun menyampaikan kepada Surya, bahwa untuk menggarap lahan tersebut dibutuhkan dana.

Selain itu, kata Surya, Haerul Saleh juga mengaku butuh dana untuk mengangkut biji nikel sebanyak 100 ribu MT yang dikelola PT Ringa Jhon Indocemet yang melakukan kerja sama operasi dengan PT Toshida Indonesia.

Tak tanggung-tanggung, ungkap Surya, dana yang diminta jumlahnya mencapai Rp16,4 miliar. Dana pinjaman berikut kompensasinya sesuai perjanjian Surya Ismail Bahari akan dikembalikan pada dua bulan, sekitar awal Agustus 2018.

“Tapi hingga saat ini saya belum terima duitnya sepeser pun,” ungkap Surya.

Dalam kesempatan tersebut, Surya menduga ada intervensi dalam kasus tersebut. Namun, dia tidak menjelaskan secara gamblang bentuk dari intervensi yang dimaksud.

Di tempat terpisah, Rafil, Pemerhati Korupsi Indonesia mendesak Kapolda Metro Jaya Fadhil Imran agar segera memproses kasus ini.

Dugaan kasus ini juga harus diungkap ke publik apakah sudah SP3, dan sudah sejauh mana perkembangan penyidikannya.

“Jangan karena dia pejabat lantas perlakuannya berbeda dengan pelaku kriminal lainnya yang langsung ditahan, kita tidak mau ada standar ganda dalam proses hukum” ungkap Rafil.

Sekedar informasi, Haerul Saleh merupakan Anggota DPR hasil PAW terhadap Imran anggota Komisi II DPR dari Fraksi Gerindra yang meninggal dunia pada 28 Maret 2020. Haerul diangkat sebagai anggota DPR dalam rapat paripurna di Gedung Senayan Jakarta, Selasa (25/8/2020).

TAGS : Gerindra Haerul Saleh dugaan penipuan Komisi XI DPR RI Surya Ismail Bahari tambang




JURNAS VIDEO :

TERPOPULER :