Selasa, 18/05/2021 11:39 WIB

WHO Tak Dukung Paspor Vaksin COVID-19

Direktur Jenderal WHO, Tedros Adhanom Ghebreyesus mengimbau negara-negara dengan kelebihan pasokan vaksin untuk segera menyumbangkan 10 juta dosis ke fasilitas COVAX yang dijalankan dengan aliansi vaksin GAVI.

Logo Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) (Foto: Reuters)

Jenewa, Jurnas.com - Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) tidak mendukung persyaratan paspor vaksin untuk perjalanan karena ketidakpastian apakah inokulasi mencegah penularan virus, serta masalah ekuitas.

"Kami sebagai WHO mengatakan pada tahap ini kami tidak ingin melihat paspor vaksinasi sebagai persyaratan untuk masuk atau keluar karena kami tidak yakin pada tahap ini bahwa vaksin tersebut dapat mencegah penularan," kata juru bicara WHO, Margaret Harris, Selasa (6/4).

"Ada semua pertanyaan lain, selain pertanyaan tentang diskriminasi terhadap orang-orang yang tidak bisa mendapatkan vaksin karena satu dan lain alasan," katanya dalam jumpa pers PBB.

WHO sekarang mengharapkan untuk meninjau vaksin COVID-19 China Sinopharm dan Sinovac untuk kemungkinan daftar penggunaan darurat sekitar akhir April, kata Harris.

"Ini tidak datang secepat yang kami harapkan karena kami membutuhkan lebih banyak data," katanya, menolak memberikan lebih banyak informasi, dengan alasan kerahasiaan.

Bulan lalu, Direktur Jenderal WHO, Tedros Adhanom Ghebreyesus mengimbau negara-negara dengan kelebihan pasokan vaksin untuk segera menyumbangkan 10 juta dosis ke fasilitas COVAX yang dijalankan dengan aliansi vaksin GAVI.

Pembatasan ekspor oleh India membuat program berbagi vaksin kekurangan pasokan vaksin AstraZeneca yang dibuat oleh Serum Institute of India.

Harris mengatakan dia tidak memiliki informasi terbaru tentang negara mana pun yang melangkah maju, menambahkan, "Kami sangat mencari lebih banyak vaksin." (Reuters)

TAGS : WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus Paspor Vaksin




JURNAS VIDEO :

TERPOPULER :