Senin, 19/04/2021 07:35 WIB

Mentan Syahrul: Penyuluh Kopassusnya Negara di Pertanian

Pertanian tidak boleh salah perhitungan dan salah kalkulasi karena menyangkut hajat hidup 270 juta jiwa rakyat Indonesia. 

Menteri Pertanian (Mentan), Syahrul Yasin Limpo saat memberikan arahan pada Coaching Penyuluh Pertanian yang dilaksanakan secara offline dan online, Senin (5/4).

Ciawi, Jurnas.com - Menteri Pertanian (Mentan), Syahrul Yasin Limpo mengatakan, penyuluh sebagai kopassus pertanian. Itu disampaikan saat memberikan arahan pada Coaching Penyuluh Pertanian yang dilaksanakan secara offline dan online, Senin (5/4).

"Semua penyuluh di seluruh Indonesia adalah penyuluhnya Kementerian Pertanian (Kementan). Kalian adalah kopassusnya negara di bidang pertanian," kata mantan Gubernur Sulawesi Selatan itu, menggambarkan peran penting penyuluh.

Menurut Syahrul, pertanian tidak boleh salah perhitungan dan salah kalkulasi karena menyangkut hajat hidup 270 juta jiwa rakyat Indonesia. Karena itulah, peran penyuluh sangat vital, khususnya dalam melakukan pembinaan kepada petani.

"Karena itu, memang nggak bisa saya punya konsepsi bagus. Bapak Presiden sudah pemerintah kan bla bla, tapi juru tembaknya nggak ada. (Percuma, Red) senjatanya bagus, pelurunya kuat, tetapi juru tembak di lapangan tidak ada," tegas Syahrul.

Dalam kesempatan yang sama, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumberdaya Manusia Pertanian (BBPSDMP), Dedi Nursyamsi, mengatakan Coaching Penyuluh Pertanian PPPK diselenggarakan untuk meningkatkan kapasitas dan kompetensi penyuluh pertanian, khususnya PPPK, guna mengoptimalkan kegiatan pembinaan, pengawalan, dan pendampingan kepada petani.

"Melalui kegiatan ini, diharapkan PPPK mampu menjadi ASN yang profesional, mandiri, dan berdaya saing, serta responsif dalam pelaksanaan tugasnya agar mampu memecahkan permasalahan petani di lapangan sesuai disiplin ilmu pengetahuan yang dimiliki, metodologi dan teknis analisis yang tepat sesuai potensi wilayah masing-masing,” katanya.

"Diharapkan nantinya penyuluh pertanian juga harus cepat, cermat, akurat, memiliki target yang jelas, mampu bekerja sama, taat aturan, dan siap serta memiliki kemampuan dalam menghadapi perkembangan teknologi di Era Revolusi Industri 4.0 yang menuntut perubahan yang dinamis," sambungnya.

Sebagai informasi, sebanyak 9.514 orang penyuluh pertanian yang baru saja diangkat menjadi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) mengikuti kegiatan ini secara tatap muka dan juga online.

Pengangkatan PPPK dari THL-TBPP merupakan upaya Kementan perjuangkan sejak lama, sesuai Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Republik Indonesia Nomor 72 Tahun 2020 yang merupakan perubahan atas Peraturan sebelumnya (Nomor 2 Tahun 2019) tentang Pengadaan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja untuk Guru, Dosen, Tenaga Kesehatan, dan Penyuluh.

Proses seleksi penyuluh pertanian PPPK tidaklah mudah. Calon PPPK harus melalui beberapa tahapan, mulai dari seleksi administrasi hingga penetapan Surat Perintah Melaksanakan Tugas (SPMT) PPPK. Oleh sebab itu, saya sangat mengapresiasi upaya kerja keras para penyuluh pertanian PPPK  untuk bisa sampai ke titik ini.

TAGS : Penyuluh Kopassus Pertanian Dedi Nursyamsi Syahrul Yasin Limpo




JURNAS VIDEO :

TERPOPULER :