Kamis, 21/10/2021 19:21 WIB

Pengunjuk Rasa Tutup Tiga Fasilitas Minyak di Irak Selatan

Pengunjuk rasa Irak menutup tiga fasilitas minyak di gubernur Dhi Qar (selatan) untuk memprotes penghapusan klausul yang berkaitan dengan peluang kerja dalam anggaran federal yang baru-baru ini disetujui.

Pemandangan umum kilang minyak Shuaiba dekat kota pelabuhan selatan Irak Basra 17 Juni 2003 [AHMAD AL-RUBAYE / AFP via Getty Images]

Jakarta, Jurnas.com - Pengunjuk rasa Irak menutup tiga fasilitas minyak di gubernur Dhi Qar (selatan) untuk memprotes penghapusan klausul yang berkaitan dengan peluang kerja dalam anggaran federal yang baru-baru ini disetujui.

Dilansir Middleeast, Sabtu (03/04), pada hari Rabu, parlemen Irak menyetujui anggaran umum tahunan dengan total pengeluaran sebesar 129 triliun dinar Irak (sekitar $ 88 miliar).

Anggaran disetujui setelah tiga bulan sejak awal tahun fiskal berjalan dan akan berlaku surut.

Saksi mata mengatakan bahwa pengunjuk rasa dengan gelar sarjana menutup pintu masuk ke Perusahaan Minyak Dhi Qar, kilangnya, dan Perusahaan Distribusi Produk Minyak.

Para saksi mata menambahkan bahwa para demonstran membakar ban kendaraan di depan pintu masuk tiga fasilitas minyak dan menuntut intervensi segera untuk menghasilkan anggaran yang lebih adil yang memungkinkan mereka mendapatkan pekerjaan.

Anggaran saat ini memungkinkan integrasi hanya 8.641 karyawan kontrak di Kementerian Ketenagalistrikan.

Kegubernuran Dhi Qar merupakan salah satu fokus demonstran, karena merupakan rumah bagi lebih dari dua juta orang. Sebagian besar penduduknya secara teratur memprotes kesalahan manajemen, layanan yang buruk, dan kurangnya kesempatan kerja.

Tingkat pengangguran di Irak yang kaya minyak adalah 27 persen, sedangkan tingkat kemiskinan 25 persen, menurut statistik terbaru dari Kementerian Perencanaan.

Irak telah menyaksikan protes sporadis sejak Oktober 2019 karena kondisi ekonomi yang buruk dan korupsi keuangan dan politik yang meluas.

TAGS : Irak Selatan Kilang Minyak Pengunjuk Rasa




JURNAS VIDEO :

TERPOPULER :