Sabtu, 15/05/2021 00:41 WIB

Fahri Sebut Masalah Terorisme dan Korupsi Harus Ada Target

Penyelesaian masalah terorisme dan korupsi hampir sama, yakni dengan cara serius dan punya target untuk keluar dari persoalan tersebut. Dimana, negara memiliki ruang dan kapasitas yang besar untuk menuntaskan masalah terorisme dan korupsi di tanah air.

Waketum Partai Gelora Indonesia, Fahri Hamzah

Jakarta, Jurnas.com - Penyelesaian masalah terorisme dan korupsi hampir sama, yakni dengan cara serius dan punya target untuk keluar dari persoalan tersebut. Dimana, negara memiliki ruang dan kapasitas yang besar untuk menuntaskan masalah terorisme dan korupsi di tanah air.

Demikian disampaikan mantan Wakil Ketua DPR RI, Fahri Hamzah, dalam diskusi Dialektika DPR RI bertajuk "Lawan Geliat Radikal-Terorisme di Tanah Air", di Gedung DPR, Jakarta, Kamis (1/4).

Fahri mencontohkan, ketika mengkritisi kinerja Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam memberantas korupsi. Menurutnya, strategi KPK dalam memberangus korupsi justru tidak bisa menyelesaikan masalah.

"Ini niatnya mau buat masalah tambah banyak, supaya kelihatan tampak sibuk, kita disuruh tepuk tangan terus kita ngongkosin, kan itu aja sebenarnya," kata Wakil Ketua Umum Partai Gelora itu.

Kata Fahri, dalam kasus terorisme hal yang sama bisa terjadi. Dimana, persoalan ini secara terus menerus terjadi dan kemudian sibuk dengan mengajukan proposal anggaran penanganan.

"Itulah yang ditulis oleh wartawan Jurnalis Washington Post, yang memitigasi, menginvestigasi bagaimana FBI merekrut orang-orang gila, sakit jiwa lalu dibiayai kemudian muncul peristiwa-peristiwa yang peristiwa itu dibayar oleh FBI," kata Fahri.

"Saat saya kritik korupsi, ektensi, kewenangan, itu terus yang di bahas, ini harus bisa nyadap, ini harus bisa menangkap, mengintip, ektensi kewenangan negara yang diomongkan, tetapi apakah kita punya target untuk keluar dari sini, sehingga seperti negara lain, ada masalah yang keluar dari masalah itu dan ngga ada lagi masalah itu," terangnya.

TAGS : Aksi Terorisme Fahri Hamzah Radikalisme Kejahatan Korupsi




JURNAS VIDEO :

TERPOPULER :