Sabtu, 19/06/2021 00:43 WIB

Rahmad Jubir KLB Demokrat Merinding, Anas dan Nazaruddin Saling Memaafkan

Pembelajaran politik yang luar biasa

M. Rahmad, orang dekat Anas Urbaningrum, Juru Bicara Partai Demokrat hasil KLB Sibolangit Deli Serdang

Jakarta, Jurnas.com - Juru Bicara Partai Demokrat hasil Kongres Luar Biasa (KLB) Sibolangit, M Rahmad mengaku merinding mendengar bahwa Mantan Ketua Umum DPP Partai Demokrat Anas Urbaningrum dan Mantan Bendahara Partai Demokrat M. Nazaruddin sudah bertemu dan sudah saling memaafkan.

"Saya dengar cerita langsung dari Mas Anas ya, bahwa Mas Nazar sebelum pulang dari Bandung, bebas. Beliau bertemu dengan Mas Anas dan menyampaikan permohonan maafnya. Dan Mas Anas pun dengan tangan terbuka saling memaafkan," kata Rahmad dalam diskusi Akbar Faizal Unsencored dikutip Sabtu (27/3/2021).

Rahmad yang dikenal dekat dengan Anas Urbaningrum menjelaskan, Nazaruddin dan Anas bertemu dan menyatakan bahwa yang lalu biarlah berlalu, kita sama-sama jadi korban. kita menatap masa depan menjadi lebih baik.

"Bagi saya sikap keduanya itu luar biasa. Saya merinding mendengar itu," jelas Rahmad.

Ia juga mengaku bertanya tenyang pertemuan itu kepada Nazaruddin dan jawabannya sama, bahwa mereka sudah bertemu saling memaafkan.

"Jadi ini pembelajaran politik yang luar biasa meurut saya," tegas Rahmad.

Ia juga menceritakan bagaimana dulu ada upaya-upaya sistematis untuk membuat hubungan baik antara Anas dengan Nazaruddin retak melalui pembisik-pembisik.

Bakan, jelas Rahmad, hal itu dilakukan dengan teori intelijen, bahwa cara menghancurkan seseorang adalah melalui teman dekatnya.

"Ini kan rumus intelijen ya, contraflow. Bagaiman mencari kelemahan seseorang dengan mencari dia paling dekat dengan siapa. Rumusnya kan begitu saja. Jadi kalau mencari kelemahan seseorang jangan jauh-jauh. Cari saja teman dekatnya," kata Rahmad.

"Siapa teman dekatnya, ya teman satu tempat tidur. Lalu bagaimana caranya? Ciptakan misalnya isu selingkuh, atau ciptakan isu pengkhianatan. Kan banyak cara ya di dunia intelijen. Dan cara-cara seperti itu menurut saya dipakai untuk menghancurkan Anas Urbaningrum," lanjutnya.

Lebih jauh Rahmad membeberkan, bagaimana upaya membuat retaknya hubungan Ketua Umum dan Bendahara itu dilakukan melalui bisikan "para sengkuni".

"Jadi ada pembisik pihak ketiga. Ke sisi istri Mas Anas ada pembisiknya dan ke sisi Istri Mas Nazar ada pembisiknya. Tetapi keduanya ini tetap akur. Upaya menghancurkan hubungan Anas dan Nazar tidak mempan karena yang satu punya jiwa pemaaf luar biasa dan yang satu punya jiwa keterbukaan luar biasa," papar Rahmad.

Maka akhirnya dicari cara mentersangkakan Anas Urbaningrung dengan masuk ranah hukum. Salah satunya dengan melalui kasus Hambalang di Kemenpora.

TAGS : Anas Urbaningrum Nazaruddin Partai Demokrat Kongres Luar Biasa




JURNAS VIDEO :

TERPOPULER :