Minggu, 16/05/2021 01:25 WIB

Tunisia Puncaki Daftar Negara Arab Terkena Peretasan

Sebuah laporan oleh perusahaan keamanan siber Rusia Kaspersky mengungkapkan bahwa sejumlah negara Arab baru-baru ini mengalami serangan pembajakan dan peretasan.

Ilustrasi serangan cyber (foto: CGTN)

Jakarta, Jurnas.com - Sebuah laporan oleh perusahaan keamanan siber Rusia Kaspersky mengungkapkan bahwa sejumlah negara Arab baru-baru ini mengalami serangan pembajakan dan peretasan.

Menurut data yang dikumpulkan oleh perusahaan antara November 2019 dan Oktober 2020, Tunisia, Aljazair, Libya, Qatar, Maroko, dan Somalia termasuk di antara dua puluh negara di mana pengguna internet menghadapi risiko terbesar dari paparan pembajakan dan serangan peretasan.

Tunisia menempati peringkat pertama di dunia dalam hal persentase pengguna yang terpapar risiko terbesar peretasan melalui internet (18,27 persen), diikuti oleh Aljazair dengan 16,42 persen dan Mongolia dengan 15,94 persen.

Libya di peringkat keenam dengan 14,25 persen, sedangkan Qatar di peringkat ke-15, Maroko ke-16 dan Somalia di peringkat ke-20.
Daftar tersebut termasuk negara-negara Arab lainnya yang telah menderita bentuk lain dari serangan dan ancaman dunia maya, termasuk Yaman, Sudan, dan Suriah.

Di antara sepuluh negara teratas yang terpapar ransomware dan serangan virus kuda Troya, Bangladesh menempati peringkat pertama, diikuti oleh Mozambik dan Turkmenistan, sementara Sudan berada di peringkat kesembilan di seluruh dunia.

Yaman terdaftar di antara negara-negara yang paling terpapar ancaman dunia maya di sektor perbankan dan malware ke ATM dan terminal pembayaran.

Uzbekistan berada di peringkat pertama, diikuti oleh Turkmenistan dan Tajikistan, sementara Yaman berada di tempat keenam dan Suriah di urutan kedelapan di dunia.

Selama persiapan laporan, Kaspersky mendeteksi 21 keluarga ransomware baru. Trojan Ransomware digunakan untuk menyerang 549.301 pengguna asli, termasuk 12.630 pengguna yang terkait dengan perusahaan besar dan 15.940 pengguna yang terkait dengan bisnis kecil dan menengah.

TAGS : Peretasan Internet Negara Arab Tunisia




JURNAS VIDEO :

TERPOPULER :