Selasa, 30/11/2021 15:46 WIB

Hari Raya Nyepi, Sekjen PDIP: Catur Brata Keheningan Istirahatkan Bumi

Manusia sebagai ciptaan Tuhan melakukan catur brata

Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto

Jakarta, Jurnas.com - Perayaan hari raya Nyepi bagi Umat Hindu memiliki makna mendalam yang penuh inspirasi bagi PDI Perjuangan.

"Nyepi menghadirkan inspirasi keheningan. Dengan Nyepi bumi beristirahat, dan manusia sebagai ciptaan Tuhan melakukan catur brata, empat larangan tersebut adalah amati karya, amati lelungan, amati lelanguan, dan amati geni. Artinya adalah tidak bekerja, tidak bepergian, tidak bersenang-senang, dan tidak menyalakan api," papar Sekjen DPP PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto, Minggu (14/3/2021).

Ia menjelaskan, PDI Perjuangan memahami bahwa dengan Nyepi yang diselenggarakan setiap tahun Baru Saka membawa penyucian yang penuh berkah intisari amerta air hidup.

Dengan merayalan Nyepi dalam hening, lanjut Hasto, maka seluruh alam rasa dan alam pikir menyatu, menyadari ciptaan Tuhan Yang Maha Agung.

"Karena itulah agama penuh dengan sikap welas asih, sikap meneladani dan mengabdi pada Tuhan yang hakekatnya cinta pada kehidupan, pada keseimbangan seluruh alam raya seisinya agar selalu dalam keadaan damai, penuh toleransi,  dan bahagia," jelasnya.

Karena itu, lanjut Hasto, PDI Perjuangan sebagai rumah kebangsaan untuk Indonesia Raya menjadikan setiap peringatan hari besar agama, menjadi tonggak penting di dalam membangun semangat kebangsaan guna membumikan Pancasila.

Terlebih dalam Pancasila, Sila Ketuhanan dijalankan menyatu dengan sila lainnya. Ketuhanan yang menebarkan kebaikan; berbudi pekerti luhur; hormat menghormati dan ketuhanan yang hidup dalam seluruh tradisi berkebudayaan Indonesia sebagai negara kepulaaun, negara agraris, dan negara yang menjadi taman sari dunia.

"Selamat hari Raya Nyepi Tahun Saka 1943," tuntas Hasto Kristiyanto.

TAGS : Catur Brata Hari Raya Nyepi PDI Perjuangan




JURNAS VIDEO :

TERPOPULER :