Selasa, 18/05/2021 12:29 WIB

Pemerintah Harus Pastikan Vaksin AstraZeneca Aman dan Tak Berbahaya

Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI) mengingatkan pemerintah tentang keamanan dan efek samping dari Vaksin AstraZeneca.

Wakil Ketua DPD RI, Sultan B Najamudin dan aktris Prilly Latuconsina. (Foto: Humas DPD RI)

Jakarta, Jurnas.com - Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI) mengingatkan pemerintah tentang keamanan dan efek samping dari Vaksin AstraZeneca. 

Wakil Ketua DPD RI, Sultan B Najamudin mengatakan, meskipun BPOM sudah memberikan izin darurat terhadap Vaksin AstraZeneca, namun perlu kepastian dari pemerintah agar masyarakat merasa aman.

"Meskipun sudah mendapatkan izin penggunaan darurat dari Uni Eropa, India, Arab Saudi, hingga Bahrain. Namun pemerintah harus memberikan edukasi dan pemahaman terhadap vaksin baru ini. Jangan sampai dikemudian hari ada efek samping berbahaya yang ditimbulkan," kata dia dalam keterangan resminya, Selasa (9/3).

Sultan menjelaskan, diperlukan pengenalan terhadap Vaksin AstraZeneca ke masyarakat. Dengan adanya pengenalan dan pemahaman, tidak akan timbul kegaduhan di masyarakat. Apalagi, saat ini masyarakat hanya diberi pemahaman dan kepercayaan tentang Vaksin Sinovac yang harus melalui tiga kali uji klinis.

"Sama seperti jenis vaksin sebelumnya, pemerintah memberi keyakinan bahwa vaksin tersebut itu aman melalui uji klinis sebelum didistribusikan. Alangkah baiknya, dalam vaksin yang baru tiba, diberikan pemahaman dan keyakinan agar tidak timbul kegaduhan," terangnya.

Salah satu senator muda ini berharap, selain perilaku 5M yakni, memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak, menjauhi kerumunan dan mengurangi mobilitas, pemberian vaksin juga menjadi cara memutus mata rantai penyebaran virus Covid-19.

"Meskipun begitu, saya mendukung segala bentuk program vaksinasi dalam rangka pemutusan mata rantai penyebaran virus Covid-19. Masih belum usainya pandemi ini, mempengaruhi hampir seluruh sektor baik itu ekonomi, kesehatan di negeri ini," harap kader jebolan HIPMI ini.

Sekedar informasi, Vaksin AstraZeneca sudah mendapatkan izin penggunaan darurat dari Uni Eropa, India, Arab Saudi, hingga Bahrain. Berdasarkan evaluasi BPOM, vaksin AstraZeneca memiliki efikasi atau khasiat 62,1%.

Kemarin 1,1 juta dosis vaksin AstraZeneca telah tiba di Indonesia. Vaksin ini didatangkan dalam kerangka kerja sama pengadaan vaksin oleh COVAX yang diinisiasi oleh World Health Organization (WHO).

Vaksin Sinovac sudah mendapatkan izin penggunaan darurat di Indonesia. Sebelumnya pada Agustus hingga Januari 2021, vaksin Sinovac diuji di Bandung dengan melibatkan 1.600-an relawan.

TAGS : Warta DPD Pimpinan DPD Vaksin AstraZeneca Sultan Najamudin WHO




JURNAS VIDEO :

TERPOPULER :