Kamis, 13/05/2021 11:04 WIB

Awaluddin Iqbal: Kebijakan Impor Beras Bukan Domain Bulog

Stok beras saat ini di gudang Bolog masih aman apalagi menjelang panen raya yang jatuh pada ahkhir Maret hingga April tahun 2021.

Tampak seorang karyawan di Bulog menata beras (Foto: Ist)

Jakarta, Jurnas.com - Sekretaris Perusahaan Umum Badan Urusan Logistik (Perum Bulog), Awaluddin Iqbal menegaskan bahwa kewenang untuk mengimpor beras bukan domain Bulog.

"Kalau soal impor itu kan urusannya soal regulator (Kementerian). Nah, itu juga pasti ada hitung-hitungannya kenapa di rapat koordinasi terbatas (rakortas) diputuskan itu (mengimpor beras, Red). Itu bukan domain Bulog. Bulog hanya pelaksana," jelas dia kepada Jurnas.com, Selasa (9/3).

Sementara itu Awaluddin memastikan bahwa stok beras saat ini di gudang Bolog masih aman apalagi menjelang panen raya yang jatuh pada ahkhir Maret hingga April tahun 2021.

"Stok masih 900 ribu ton. Jadi, cukuplah. Jadi, kita disuruh jaga stok itu kan 1-1,5 juta ton. Akhir Maret sampai April masuk panen raya untuk mendapatkan satu juta sangat bisalah," ujar dia.

Awaluddin mengatakan, Bulog akan menyerap gabah petani dengan harga pembelian pemerintah (HPP) yang ditentukan dalam Peraturan Menteri Perdanganan (Permendag) Nomon 24 tahun 2020.

Awaluddin mengatakan, target penyerapan Bulog setiap musim panen sebesar 1,4 juta ton. Hanya saja target tersebut bukan suatu keharusan sebab target utama Bulog memastikan harga penjualan di tingkat petani tidak jatuh.

"Tugas Bulog adalah stabilitator baik di tingkat konsumen maupun di tingkat petani. Di tingkat petani (hulu) itu Bulog menjaga jangan sampai ada kasus harga pada saat panen raya. Makanya Bulog disuruh menyerap beras petani utamanya pada saat panen raya dengan HPP," jelas dia.

"Jadi, sepenjang petani bisa menjual sesuai HPP artinya petani diuntungkan. Nah itu lebih baik sebenarnya. Jadi Bulog itu tugasnya stabilitator jadi nggak mesti Bulog harus menyerap sementara petani bisa jual lebih tinggi," sambung dia.

 

TAGS : Awaluddin Iqbal Bulog Impor Beras




JURNAS VIDEO :

TERPOPULER :