Rabu, 21/04/2021 02:47 WIB

KPI Desak Pemerintah Vaksinasi Covid 19 Para Pelaut

Pelaut penuh risiko dan paling riskan terpapar virus Corona/Covid-19.

Ilustrasi pemulangan ABK MV Carnival Splendor. Foto: Ditjen Hubla

JAKARTA, Jurnas.com - Kesatuan Pelaut Indonesia (KPI) mendesak Pemerintah RI untuk juga memprioritaskan pemberian vaksinasi Covid-19 kepada para Pelaut Indonesia.

"Pelaut atau anak buah kapal (ABK) sebagai pekerja di sektor maritim memilik8 peran vital mengingat sebagai garda terdepan dalam menggerakkan perekonomian di sektor tersebut," kata President KPI Mathias Tambing di Jakarta, Senin (8/3/2021).

Disisi lain, tugas dan tanggung jawab Pelaut, imbuhnya penuh risiko dan paling riskan terhadap terpapar virus Corona/Covid-19. Oleh sebab itu,  dengan program pemberian vaksin diharapkan bisa melindungi keselamatan pelaut itu sendiri dan tentunya juga sejalan dengan aspek keselamatan pelayaran.

"Sebagaimana kita ketahui para tenaga Medis, Pejabat dan Pelayan Publik serta kalangan unsur masyarakat lainnya di Indonesia sudah menerima Vaksin Covid-19. Kami harapkan Para Pelaut juga menjadi prioritas program Vaksin tersebut oleh Pemerintah RI," ujar Mathias.

Mathias mengemukakan, dunia juga telah mengakui bahwa Pelaut adalah pekerja kunci yang memegang peranan penting terhadap keberlangsungan kehidupan di muka bumi, terlebih lagi saat dunia berhadapan dengan Covid 19 saat ini.

Bahkan, kata dia, pada puncak peringatan Hari Pelaut Sedunia atau Day of The Seafarers pada pertengahan tahun 2020, International Maritime Organization (IMO) memberikan apresiasi dan pengakuan atas kontribusi para Pelaut dari seluruh dunia pada perdagangan global dan perekonomian dunia ditengah Pandemi Covid-19, dengan istilah yakni Seafarers are Key Worker.

"Sebagai salah satu negara yang memiliki jumlah pelaut terbesar di dunia, sudah sepatutnya Pemerintah RI terus berupaya melindungi Pelaut-Pelaut nya. Karena itu KPI meminta untuk segera dilaksanakan program pemberian Vaksin Covid-19 terhadap Pelaut RI," ucap Mathias.

Dia mengatakan, Pelaut memiliki peran penting dan strategis sebagai penggerak kelancaran perpindahan orang dan barang, menjamin komoditas di dunia berjalan dengan aman, lancar dan selamat sampai tujuan.

"Walaupun di masa pandemi ini mereka menghadapi banyak kesulitan dan ketidakpastian, mulai dari sulitnya akses masuk ke Pelabuhan sampai proses pergantian awak dan repatriasi. Bahkan tidak sedikit Pelaut yang sudah berbulan-bulan tidak pulang ke rumah, dan tidak mendapatkan kepastian kapan mereka dapat kembali karena adanya pembatasan perjalanan akibat situasi sekarang ini," paparnya.

Bahkan, terkait dengan hal itu, International Maritime Organization (IMO) meminta kepada seluruh negara di dunia yang memiliki pelaut untuk memperhatikan kesejahteraan dan keselamatan para pelautnya.

Menurut data PBB, saat ini ada sekitar 400.000 ABK yang bekerja melebihi waktu 12 bulan baik di kapal niaga maupun perikanan di masa pandemi Covid-19 ini.

Posisi mereka masih berada di tengah laut dan belum bisa kembali karena menyangkut berbagai hal.

"Hingga Pandemi Covid-19 memasuki tahun kedua saat ini kami melihat belum ada keberpihakan pemerintah Indonesia dalam program vaksinasi terhadap Pelaut.
Padahal mereka itu Seafarers are Key Worker," tandas Mathias.

TAGS : kpi vaksinasi covid-19 pelaut




JURNAS VIDEO :

TERPOPULER :