Kamis, 22/04/2021 04:35 WIB

Petani Grobogan Manfaatkan Drone Genjot Produksi Pangan

Pemanfaatan Drone juga disebarkan luaskan pada anggota Kelompok Tani (poktan) Ngudi Makmur 2 Desa Mangunsari, Kecamatan Tegowanu, Kabupaten Grobogan

Pemanfaatan drone mengendalikan hama wereng batang coklat (WBC). (Foto: Ist)

Grobokan, Jurnas.com - Pemanfaatan teknologi di pertanian tidak bisa lagi diabaikan. Salah satu teknologi yang bisa dimanfaatkan adalah drone. Dengan drone, proses penyemprotan pestisida lebih mudah, efisien dan hemat biaya. Pada akhirnya pemanfaatan teknologi drone ini akan menunjang peningkatan produksi pangan.

Menteri Pertanian (Mentan), Syahrul Yasin Limpo, memastikan pemanfaatan teknologi untuk pertanian segera diaplikasikan secara masif di era industri 4.0. Peralatan canggih yang dipilih yakni drone.

"Saya ingin mengatakan bahwa kita tidak mengabaikan kekuatan atau kemajuan teknologi yang ada. Teknologi adalah bagian dari membangun produktivitas yang makin baik dan biaya produksi yang makin rendah itu harus dituju," ujar Syahrul.

Dia memastikan aplikasi drone bukan untuk menghilangkan lapangan pekerjaan terutama petani tradisional. Para petani bahkan bakal menerima manfaat yang lebih besar dengan bantuan teknologi.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP), Dedi Nursyamsi, menegaskan pentingnya peran SDM pertanian. Khususnya, peran penyuluh pertanian dalam mendampingi petani dengan memanfaatkan peran Balai Penyuluhan Pertanian selaku Kostratani mendukung sinergi peneliti dan penyuluh.

"Kunci keberhasilannya adalah cara implementasi inovasi teknologi secara keseluruhan, meningkatkan produktivitas dan daya saing mandiri," ujar Dedi.

Pemanfaatan Drone juga disebarkan luaskan pada anggota Kelompok Tani (poktan) Ngudi Makmur 2 Desa Mangunsari, Kecamatan Tegowanu, Kabupaten Grobogan.

Para petani mendapatkan pengetahuan tersebut saat mengikuti sosialisasi pemanfaatan teknologi drone dalam aplikasi penyemprotan pestisida bekerja sama dengan PT Bayer Indonesia.

Koordinator PPL Kecamatan Tegowanu, Sukono memaparkan teknologi drone adalah inovasi baru yang mampu mengubah cara berfikir dan bekerja manusia menjadi lebih efektif dan efisien dalam industri pertanian dan bisnis.

"Drone bisa di manfaatkan dengan baik oleh petani, tidak hanya untuk menyemprot (pestisida) tetapi juga bisa menjadi alat yang mampu mengindentifikasi segala macam residu yang ditimbulkan kerugian bagi para petani," ujar dia.

Sukono juga menjelaskan bahwa teknologi ini dapat dioperasikan untuk pemantauan tanaman hingga pertanaman, pengelolaan pemupukan, penyemprotan, pemetaan irigasi, mendeteksi gangguan hama penyakit, pertumbuhan gulma  dan masih banyak lagi manfaatnya yang dapat di temui dalam teknologi ini.

Drone yang dioperasikan ini mempunyai kapasitas muat sekitar 16 liter. Dalam 1 hektare membutuhkan 30 liter pestisida dengan waktu 20-25 menit dan dalam sehari mampu beroperasi 20 hektare. Terbang dengan ketinggian 2,75 – 3 meter dari permukaan tanah.

Pelaksana tugas Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Grobogan, Sunanto, mengapresiasi penerapan teknologi drone di bidang pertanian karena lebih efisien, cepat dan hemat.

"Drone ini dapat menjadi solusi dengan semakin berkurangnya tenaga kerja, bahkan dapat menarik peluang generasi milenial yang tertarik dengan teknologi untuk mempergunakan teknologi drone di bidang pertanian," ujar dia.

TAGS : Produksi Pangan Pamanfaatan Drone Syahrul Yasin Limpo




JURNAS VIDEO :

TERPOPULER :