Rabu, 21/04/2021 02:58 WIB

Sekjend LRJ: Tindakan Moeldoko Memalukan dan Langgar Etika Politik

Melanggar etika politik dan demokrasi.

Moeldoko, Ketua KSP yang jadi Ketum Partai Demokrat hasil KLB Sibolangit

Jakarta, Jurnas.com - Pengambilalihan kepemimpinan Partai Demokrat (PD) yang dilakukan Moeldoko melalui Kongres Luar Biasa (KLB) Sibolangit, Deli Serdang mendapat tanggapan keras dari Sekretaris Jenderal Koordinator Nasional Jokowi/" style="text-decoration:none;color:red;font-weight:bold">Laskar Rakyat Jokowi (LRJ) Ridwan Hanafi.

Ridwan berpendapat tindakan Moeldoko itu sangat memalukan dan melanggar etika politik dan demokrasi.

"Tindakan Moeldoko terhadap Partai Demokrat adalah tindakan yang melanggar etika politik dan demokrasi di negara kita, tindakan ini sangat memalukan, bahkan sangat merugikan posisi Istana" tegas Ridwan, Minggu (7/3/2021).

Ridwan mengingatkan, mantan Panglima TNI itu bukan kader asli maupun mantan kader PD, sehingga tidak sepantasnya memenuhi hasrat dan ambisi buta politiknya terhadap Partai Demokrat, terlebih Moeldoko adalah seorang petinggi di Istana.

"Demi ambisi dan hasrat politik yang buta, tidak sepantasnya Moeldoko yang bagian dari Istana membuat perpecahan di Partai Demokrat, apalagi dia bukan sama sekali bagian dari Partai Demokrat" lanjut Ridwan.

Perbuatan Moeldoko tersebut, lanjut Ridwan, sangat merugikan posisi Presiden Joko Widodo. Karena itu LRJ sebagai relawan yang mengawal kepemimpinan Presiden Jokowi - KH Maruf Amin meminta agar Presiden Jokowi mengambil tindakan tegas terhadap anak buahnya tersebut.

"Ini untuk menyelamatkan harkat dan martabat Istana Kepresidenan. Harusnya Moeldoko fokus saja membantu Presiden bukan berpolitik praktis," tuntas Ridwan.

TAGS : Laskar Rakyat Jokowi Ridwan Hanafi Moeldoko Partai Demokrat Kongres Luar Biasa Jokowi




JURNAS VIDEO :

TERPOPULER :