Jum'at, 22/10/2021 13:44 WIB

Kubu AHY Sebut Politik Uang Bertebaran di KLB Demokrat

Peserta Kongres Luar Biasa (KLB) Partai Demokrat yang berlangsung di Deli Serdang, Sumatera Utara (Sumut) bukanlah pemilik suara sah, tetapi mereka adalah kader yang dibayar.
 

Kepala Badan Komunikasi Strategis Partai Demokrat, Herzaky Mahendra Putra (Foto: Detik.com)

Jakarta, Jurnas.com - Peserta Kongres Luar Biasa (KLB) Partai Demokrat yang berlangsung di Deli Serdang, Sumatera Utara (Sumut) bukanlah pemilik suara sah, tetapi mereka adalah kader yang dibayar.

Hal itu sebagaimana diutarakan Kepala Badan Komunikasi Strategis Partai Demokrat, Herzaky Mahendra Putra dalam keterangannya, Jumat (5/3).

"Peserta kongres yang diklaim sudah 1.200 orang itu bukanlah pemilik suara sah. Banyak bukti dan pengakuan dari kader yang bukan pemilik suara, yang ditawarkan insentif money politics asalkan bersedia hadir, dan akan dianggap mewakili kabupaten/kota/provinsi itu," katanya lagi.

Herzaky menegaskan, KLB yang dipelopori oleh para kader yang sudah dipecat ini melanggar aturan dalam organisasi partai, dan masuk dalam kategori ilegal. Parahnya lagi, para kader partai yang enggan mengikuti KLB ini mendapat ancaman.

“Berdasarkan penuturan para kader dan pemilik suara sah yang diancam karena menolak hadir, merupakan bentuk kesewenang-wenangan oknum kekuasaan yang menyalahgunakan kekuasaan, dan kemampuan finansialnya untuk merebut paksa kursi Ketua Umum Partai Demokrat dari Ketua Umum yang sah berdasarkan hasil Kongres V Tahun 2020," ucapnya.

"Oknum kekuasaan tersebut bekerja sama dengan mantan-mantan kader yang bergerak atas dorongan insentif money politics, jabatan, dan proyek, seperti yang dituturkan para kader yang menolak hadir," sambung Herzaky.

Lebih jauh Herzaky, para pelaku GPK-Partai Demokrat, istilah kudeta terhadap AHY, selalu menggunakan tipu daya dengan menebar kabar bohong seakan-akan banyak pemilik suara yang mendukung, serta ada penjabat penting DPP Partai Demokrat yang mendukung KLB. 

Herzaky menyebut pola ini sedari awal diterapkan saat para pelaku mencatut nama Presiden Joko Widodo dan sejumlah anggota kabinet.

"Padahal, kenyataannya, yang hadir bukanlah pemilik suara. Melainkan hanya kader atau mantan kader yang dibuat seakan-akan pemilik suara sah dan mewakili kota, kabupaten, atau provinsi tertentu," ungkapnya.

Salah satu aktor KLB Partai Demokrat, Darmizal, menyatakan ada 1.200 peserta yang akan hadir. Dia menyebut Kepala KSP Moeldoko yang akan jadi ketua umum Partai Demokrat ke depan.

"KLB dilaksanakan pada Jum`at siang (5 Maret 2021). Peserta yang sudah menyatakan siap hadir sebanyak 1.200 orang. Terdiri DPC, DPD, Organisasi Sayap dan semua tamu undangan," kata Darmizal dalam keterangan tertulis.

TAGS : KLB Demokrat Sumut AHY Politik Uang Kudeta Demokrat




JURNAS VIDEO :

TERPOPULER :