Selasa, 20/04/2021 20:41 WIB

KH. Said Aqil Komut KAI, Jusuf Rizal: Erick Thohir Rendahkan Martabat NU

Kebijakan itu dapat membuat warga NU prihatin dan tersinggung

Erick Thohir - KH.Said Aqil - HM. Jusuf Rizal

Jakarta, Jurnas.com — Mantan Ketua Umum Angkatan Muda Nahdlatul Ulama (AMNU) HM. Jusuf Rizal menilai Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir telah merendahkan martabat Nahdlatul Ulama (NU) dengan keputusannya menjadikan Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Said Aqil Sirodj sebagai Komisaris Utama sekaligus Komisaris Independen PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau PT. KAI.

"Kebijakan itu dapat membuat warga NU prihatin dan tersinggung," kata Jusuf Rizal kepada media di Jakarta, Kamis (4/3/2021).

Menurut Jusuf Rizal, penunjukan Ketua PBNU Said Aqil Siradj menjadi Komut PT. KAI menggantikan Jusman Syafii Djamal itu, bukan mengangkat derajat Ketua PBNU dan organisasi besar sekelas PBNU, tapi justru terkesan merendahkan terkait posisinya sebagai Ulama Pimpinan Ummat dan Nahdliyin.

“Masak Ketua PBNU kelasnya Komut KAI. Sementara Ketua Ansor, Yaqut Cholil Qoumas saja jadi Menteri Agama. Itu pelecehan buat PBNU dan Said Aqil Siradj. Ibarat Paus dimasukkan Aquarium,” tegas pria berdarah Madura-Batak yang juga Presiden LSM LIRA (Lumbung Informasi Rakyat) itu.

Barangkali bagi sebagian orang menganggap itu biasa, tapi bagi Jusuf Rizal itu tidak biasa dan mencederai marwah Ketua Umum PBNU dan organisasi PBNU. Sebagai kader NU berhak untuk bicara karena keberadaan Said Agil Siraj sebagai Komut PT.KAI tidak bisa dilepaskan eksistensinya sebagai Ketua PBNU.

“Menurut saya Erick Thohir sudah keterlaluan dan menganggap sebelah mata kepada Ketua PBNU dan organisasi PBNU. Sikap itu secara politis seolah jika Ketua PBNU diberi “permen” Komut KAI bisa menguasai dan atur-atur Ketua PBNU,” tegas Jusuf Rizal yang juga Ketua Presidium Relawan Jokowi-KH.Ma’ruf Amin, The President Center itu.

Hal lain lanjut Jusuf Rizal, Erick Thohir juga menabrak prinsip profesionalitas karena seenaknya saja menempatkan siapapun dalam pengelolaan Perusahaan BUMN. Erick tidak menjalankan prinsip "the right man on the right place (Orang yang tepat ditempatkan pada posisi yang tepat)"

Sebagai Komisaris Utama PT. KAI, Ketua PBNU Said Aqil Siradj tidak memiliki rekam jejak penguasaan bidang usaha transportasi perkeretaapian. Jika tidak memiliki pemahaman itu, bagaimana mungkin, seorang Ketua PBNU disuruh mengawasi perusahaan perkeretaapian?

“Saya justru curiga ini ada grand design untuk melemahkan Ketua PBNU. Sebab perusahaan PT.KAI itu termasuk perusahaan yang memiliki banyak masalah. Jika terjadi sesuatu bisa saja yang disalahkan Ketua PBNU sebagai Komut,” tambah Jusuf Rizal aktivis Pekerja dan Buruh, Ketum Federasi Serikat Pekerja Transport Seluruh Indonesia (FSPTSI)-KSPSI itu.

Jusuf Rizal juga berpendapat tokoh sekelas Ketua PBNU Said Aqil Siradj bukan marwahnya sebagai Komut PT. KAI, tapi lebih dari itu. Jadi sebaiknya jika Erick Thohir ingin memberi penghargaan, tau diri jugalah. Jangan menganggap rendah Ketua PBNU dan organisasi PBNU. Warga NU tentu bisa merasa tersinggung.

"Saya sebagai kader NU merasa tidak pantas Ketua PBNU ditempatkan secara tidak layak oleh Erick Thohir. Ketua PBNU dan organisasi PBNU berdarah-darah ikut mendukung Presiden Jokowi, terus dihargai hanya dengan jabatan Komut PT. KAI. Pelecehan itu,” tegas Jusuf Rizal yang juga Ketum Perkumpulan Wartawan Media Online Indonesia (PWMOI).

TAGS : HM. Jusuf Rizal KH. Said Aqil Sirodj Erick Thohir PT. KAI




JURNAS VIDEO :

TERPOPULER :