Rabu, 21/04/2021 19:04 WIB

Alasan Kemenkeu Tambah Dana PEN 2021 jadi Rp699 Triliun

Staf Ahli Bidang Pengeluaran Negara Kemkeu, Kunta Wibawa Dasa Nugraha mengatakan dana ini meningkat dari alokasi sebelumnya sebesar Rp695,2 triliun, atau meningkat 20,63 persen dari realisasi anggaran PEN 2020.

Staf Ahli Bidang Pengeluaran Negara Kemkeu, Kunta Wibawa Dasa Nugraha (Foto: Muti/Jurnas.com)

Jakarta, Jurnas.com - Pemerintah melalui Kementerian Keuangan (Kemkeu) telah memutuskan untuk menambah dana Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) tahun ini menjadi Rp699,43 triliun.

Staf Ahli Bidang Pengeluaran Negara Kemkeu, Kunta Wibawa Dasa Nugraha mengatakan dana ini meningkat dari alokasi sebelumnya sebesar Rp695,2 triliun, atau meningkat 20,63 persen dari realisasi anggaran PEN 2020.

Dikatakan, Menteri Keuangan Sri Mulyani berharap kenaikan anggaran dapat menjaga momentum pemulihan ekonomi nasional, terutama mendorong pertumbuhan ekonomi di kuartal I 2021.

Anggaran PEN 2021 berfokus pada lima bidang yakni, kesehatan sebesar Rp176,3 triliun, perlindungan sosial Rp157,4 triliun, dukungan UMKM dan pembiayaan korporasi Rp186,8 triliun, insentif usaha dan pajak Rp53,9 triliun, serta program prioritas Rp125,1 triliun.

"Memang melihat pertumbuhan ekonomi 2020 yang lalu, pertumbuhan kita masih memiliki daya tahan, karena pemerintah melakukan kebijakan ekonomi yang cepat dan terukur dan lebih dari biasanya. Kalau kita lihat ada fleksibilitas dalam APBN untuk melakukan realokasi dan refocusing," terang Kunta Wibawa dalam kegiatan Dialog Produktif `PEN 2021: Dukungan Berkelanjutan Hadapi Pandemi` yang diselenggarakan KPCPEN dan ditayangkan FMB9ID_IKP, pada Rabu (24/2).

Dengan kebijakan tersebut, tren pertumbuhan ekonomi Indonesia mengalami perbaikan sejak kuartal II-IV 2020. "Diharapkan juga meningkat di kuartal I 2021 ini. Oleh karena itu APBN tetap jadi countercyclical dan program vaksinasi diharapkan efektif sehingga pemulihan ekonomi bisa diperkuat," sambung dia.

Kunta Wibawa menambahkan, secara umum PEN cukup optimal dalam mendorong perekonomian. Sejumlah survei dari High Frequency dan World Bank menyimpulkan program perlindungan sosial membantu daya beli masyarakat di tengah kondisi pandemi.

"Cakupan perlindungan sosial dan targeting makin baik. Hasil survei untuk UMKM menunjukkan intervensi ini membuat mayoritas UMKM mampu bertahan," ujar Kunta Wibawa.

"Jadi kebijakan prioritasnya untuk vaksinasi, penguatan 3M dan 3T, termasuk PPKM Mikro, serta program PEN, dengan begitu kita optimistis ekonomi bergerak di 2021 ini pada pertumbuhan 4,5-5,3 persen," imbuh dia.

Pengamat ekonomi, Piter Abdullah menyebut alih-alih perekonomian masalah pokok saat ini justru pandemi Covid-19. Ekonomi hanyalah salah satu dampak dari pandemi. Karena itu, dia memandang apabila pandemi ini bisa diatasi, maka perekonomian nasional akan bangkit.

"Kalau kita melihat memang pemulihan ekonomi memang sudah dalam jalur yang tepat dan sudah menunjukkan perbaikan, data BPS menunjukkan hampir di semua sektor usaha mulai membaik," papar Piter.

Piter sekaligus mengingatkan bahwa efektivitas program PEN memang tidak secara langsung memulihkan perekonomian nasional, namun tujuannya ialah mengatasi pandemi dan membantu masyarakat serta dunia usaha.

"Pemerintah mesti tetap fokus pada penanggulangan pandemi, lalu peningkatan kecepatan dan ketepatan bantuan kepada masyarakat terdampak, termasuk peningkatan bantuan kepada dunia usaha, juga percepatan implementasi UU Cipta Kerja, karena salah satu syarat kita bisa pulih adalah melalui investasi yang sudah kita siapkan dalam undang-undang tersebut," tandas dia.

TAGS : Kementerian Keuangan Dana PEN Pemulihan Ekonomi Nasional




JURNAS VIDEO :

TERPOPULER :