Senin, 14/06/2021 19:54 WIB

WHO: Hipotesis Masih Terbuka untuk Selidiki Asal-usul COVID-19

Sebuah misi, yang menghabiskan empat minggu di China untuk menyelidiki asal-usul wabah COVID-19, mengatakan minggu ini tidak melihat lebih jauh pertanyaan apakah virus itu lolos dari laboratorium, yang dianggap sangat tidak mungkin.

Direktur Jenderal Organisasi Kesehatan Dunia (Dirjen WHO) Tedros Adhanom Ghebreyesus (Foto: AFP)

Jenewa, Jurnas.com - Direktur Jenderal Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), Tedros Adhanom Ghebreyesus mengatakan, semua hipotesis masih terbuka dalam pencarian WHO untuk asal-usul COVID-19. Hal itu disampaikan setelah Amerika Serikat (AS) mengatakan akan meninjau hasil temuan tim WHO tersebut.

Disadur dari Reuters, sebuah misi, yang menghabiskan empat minggu di China untuk menyelidiki asal-usul wabah COVID-19, mengatakan minggu ini tidak melihat lebih jauh pertanyaan apakah virus itu lolos dari laboratorium, yang dianggap sangat tidak mungkin.

"Beberapa pertanyaan telah diajukan, apakah beberapa hipotesis telah dibuang. Setelah berbicara dengan beberapa anggota tim, saya ingin memastikan bahwa semua hipotesis tetap terbuka dan memerlukan analisis dan studi lebih lanjut," kata Tedros.

"Beberapa dari pekerjaan itu mungkin berada di luar kendali dan ruang lingkup misi ini. Kami selalu mengatakan misi ini tidak akan menemukan semua jawaban, tetapi telah menambahkan informasi penting yang membawa kita lebih dekat untuk memahami asal-usul COVID-19," tambah dia.

Tedros mengatakan laporan ringkasan dari temuan misi dapat muncul paling cepat minggu depan, diikuti dengan laporan akhir dalam beberapa minggu mendatang. "Keduanya akan dipublikasikan," kata dia

Misi tersebut mengatakan hipotesis utamanya adalah bahwa virus itu berasal dari kelelawar, meskipun ada beberapa kemungkinan skenario bagaimana virus itu menular ke manusia, mungkin pertama dengan menginfeksi spesies hewan lain.

Pemerintahan mantan Presiden AS Donald Trump yakin virus corona berasal dari laboratorium di Wuhan, China. China membantah keras tuduhan tersebut dan mengatakan Institut Virologi Wuhan tidak pernah meneliti virus serupa.

Ketika disinggung mengapa misi tidak percaya laboratorium bisa menjadi sumbernya, kepala misi tersebut, Peter Ben Embarek mengatakan pada pengarahan Jumat (12/2) bahwa para ilmuwan dari laboratorium di Wuhan telah memberi tahu timnya bahwa mereka tidak memilikinya.

Jika mereka telah mempelajarinya sebelum wabah, katanya, itu bukan rahasia.

"Biasanya peneliti laboratorium yang bekerja dan menemukan virus baru akan langsung mempublikasikan temuannya. Itu praktik yang umum dilakukan di seluruh dunia, terutama dengan virus baru yang menarik,” ujarnya.

TAGS : who asal virus corona covid19




JURNAS VIDEO :

TERPOPULER :