Minggu, 28/11/2021 01:23 WIB

AS Peringatkan Houthi Tak Serang Warga Sipil Lagi

AS memperingatkan Houthi di Yaman untuk tidak menyerang warga sipil, hanya 48 jam setelah pemerintahan Biden menghapus kelompok tersebut dari daftar kelompok teroris asing.

Para pejuang Houthi Yaman mengendarai bagian belakang sebuah kendaraan selama penarikan mereka dari pelabuhan Salif di Provinsi Hudaydah pada 11 Mei 2019. (Foto oleh Reuters)

Jakarta, Jurnas.com - AS memperingatkan Houthi di Yaman untuk tidak menyerang warga sipil, hanya 48 jam setelah pemerintahan Biden menghapus kelompok tersebut dari daftar kelompok teroris asing.

"Karena presiden mengambil langkah untuk mengakhiri perang di Yaman dan Arab Saudi telah mendukung penyelesaian yang dinegosiasikan, Amerika Serikat sangat terganggu oleh serangan Houthi yang terus berlanjut," kata juru bicara Departemen Luar Negeri Ned Price dilansir Middleeast, Selasa (09/02).

"Kami menyerukan kepada Houthi untuk segera menghentikan serangan yang berdampak pada wilayah sipil di dalam Arab Saudi dan untuk menghentikan setiap serangan militer baru di Yaman, yang hanya membawa lebih banyak penderitaan bagi rakyat Yaman."

Price mendesak Houthi untuk menahan diri dari "tindakan destabilisasi" dan menunjukkan komitmen mereka untuk terlibat secara konstruktif dalam upaya Utusan Khusus PBB [Martin] Griffiths untuk mencapai perdamaian. 

"Sekaranglah waktunya untuk menemukan akhir dari konflik ini," tutur Price.

Pencabutan kelompok Houthi dari daftar organisasi teroris asing, sebutan yang mencakup sanksi berat AS, terjadi hanya tiga hari setelah Presiden Joe Biden memerintahkan diakhirinya dukungan AS untuk operasi militer pimpinan Saudi terhadap kelompok itu.

Utusan khusus PBB untuk Yaman, Martin Griffiths, tiba di Iran pada hari Minggu untuk pembicaraan damai di Yaman. Kantor utusan tersebut mengatakan bahwa dia dijadwalkan bertemu dengan Menteri Luar Negeri Mohammad Javad Zarif dan pejabat lainnya untuk pembicaraan yang bertujuan mencapai solusi politik untuk konflik hampir enam tahun antara Houthi dan pemerintah Yaman.

TAGS : Pemerintah AS Kelompok Houthi Wilayah Arab




JURNAS VIDEO :

TERPOPULER :