Minggu, 13/06/2021 18:44 WIB

Kamboja Terima 600.000 Dosis Vaksin COVID-19 Sumbangan China

Australia mengatakan pada 1 Februari bahwa mereka akan memberikan hibah sebesar US $ 28 juta untuk vaksin yang disetujui Organisasi Kesehatan Dunia di Kamboja.

Seorang apoteker memegang botol berisi vaksin virus corona Pfizer-BioNTech (COVID-19) pada hari pembukaan pusat vaksinasi di Festhalle di Frankfurt, Jerman, Jerman 19 Januari 2021. (Foto: Die Welt)

Phnom Penh, Jurnas.com - Sebanyak 600.000 dosis pertama vaksin COVID-19 yang disumbangkan China ke Kamboja tiba di Phnom Penh pada Minggu (7/2). Tiba dengan pesawat khusus, vaksin tersebut ditujukan untuk petugas kesehatan dan militer.

Negara Asia Tenggara berpenduduk sekitar 16 juta orang itu adalah salah satu yang paling sedikit terkena dampak COVID-19, hanya 474 infeksi dan tidak ada kematian. Tapi negara itu menyaksikan sekelompok kasus langka pada November.

Salah satu negara termiskin di Asia, Kamboja telah menjadi sekutu penting China dalam beberapa tahun terakhir.

Beijing mengatakan akan mengirim 1 juta vaksin Sinopharm ke Kamboja, yang akan digunakan untuk menginokulasi 500.000 orang.

Australia mengatakan pada 1 Februari bahwa mereka akan memberikan hibah sebesar US $ 28 juta untuk vaksin yang disetujui Organisasi Kesehatan Dunia di Kamboja.

Dalam pidato sambutan di bandara internasional Phnom Penh, Perdana Menteri Kaboja, Hun Sen berterima kasih kepada China atas vaksinnya.

"Teman baik saling membantu pada saat dibutuhkan, dalam pengertian ini, dan bantuan vaksin ini adalah kesaksian baru penting lainnya yang mencerminkan ikatan baja dan kerja sama yang kuat antara negara kita dan rakyat kita, Kamboja dan China," kata Hun Sen dalam pidatonya, yang disiarkan di televisi nasional.

Dilansir dari Reuters, Kementerian Pertahanan Kamboga, sebanyak 600.000 dosis akan dibagi rata untuk memvaksinasi pejabat militer dan petugas kesehatan di negara itu.

Hun Sen, yang sebelumnya telah mengatakan bahwa akan mendapatkan suntikan pertama, mengatakan minggu ini bahwa dia tidak akan melakukannya karena pada usia 68 tahun, dia sudah di atas usia untuk Sinopharm.

TAGS : Asia Tenggara Vaksin China Kamboja




JURNAS VIDEO :

TERPOPULER :