Selasa, 18/05/2021 11:48 WIB

Iran Desak AS Segera Kembali ke Pakta Nuklir

Zarif juga merujuk pada pemilihan umum di Iran pada Juni nanti. Jika seorang presiden garis keras terpilih, kondisi ini bisa semakin membahayakan kesepakatan.

Menteri Luar Negeri Iran, Mohammad Javad Zarif (Foto: Presstv)

Teheran, Jurnas.com - Menteri Luar Negeri Iran, Mohammad Javad Zarif mendesak Amerika Serikat segera kembali ke Pakta Nuklir 2015, sebelum undang-undang yang disahkan parlemen Teheran terkait sikap nuklir Iran berlaku.

Zarif juga merujuk pada pemilihan umum di Iran pada Juni nanti. Jika seorang presiden garis keras terpilih, kondisi ini bisa semakin membahayakan kesepakatan.

"Waktu hampir habis untuk orang Amerika, baik karena RUU parlemen dan suasana pemilihan yang akan mengikuti Tahun Baru Iran," kata Zarif dikutip dari Reuters pada Minggu (7/2).

Parlemen yang didominasi oleh kelompok garis keras, mengesahkan undang-undang tersebut pada Desember tahun lalu, yang menetapkan batas waktu dua bulan untuk pelonggaran sanksi.

Pemerintahan AS dibawah Presiden Joe Biden sedang menjajaki cara untuk memulihkan kesepakatan nuklir yang ditandatangani Iran dengan kekuatan dunia, yang ditinggalkan Trump pada 2018.

Iran membalas dengan melanggar ketentuan perjanjian. Bulan lalu, Teheran melanjutkan pengayaan uranium hingga 20 persen, tingkat yang dicapai sebelum kesepakatan.

Biden mengatakan bahwa jika Teheran kembali ke kepatuhan ketat pada pakta tersebut, Washington akan mengikuti dan menggunakannya sebagai batu loncatan untuk perjanjian yang lebih luas yang mungkin membatasi pengembangan rudal Iran dan kegiatan regional.

Teheran mengatakan Washington harus meringankan sanksi sebelum melanjutkan kepatuhan nuklir, dan mengesampingkan negosiasi tentang masalah keamanan yang lebih luas seperti program rudal Iran.

"Semakin banyak Amerika menunda-nunda, semakin banyak kerugiannya. Tampaknya pemerintahan Biden tidak ingin melepaskan diri dari warisan Trump yang gagal," kata Zarif.

TAGS : Mohammad Javad Zarif Iran Amerika Serikat Pakta Nuklir




JURNAS VIDEO :

TERPOPULER :