Kamis, 22/04/2021 20:25 WIB

NasDem Nilai AHY Bikin Kisruh dan Buka Aib Partai Demokrat

Sikap Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) yang mengungkap isu kudeta dinilai menimbulkan kekisruhan dan merugikan partai besutan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) itu.

Bendum Partai NasDem, Ahmad Sahroni

Jakarta, Jurnas.com - Sikap Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) yang mengungkap isu kudeta dinilai menimbulkan kekisruhan dan merugikan partai besutan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) itu.

Bendahara Umum Partai NasDem Ahmad Sahroni mengatakan, AHY seharusnya bisa menyelesaikan persoalan Partai Demokrat di internal partainya.

"Pernyataan AHY ini tentunya selain menimbulkan kekisruhan di publik juga sebenarnya bisa membuka aib sendiri," kata Sahroni, kepada wartawan, Jakarta, Senin (2/2).

Sebab, kata Sahroni, langkah AHY tersebut justru merugikan citra partai berlambang segitiga mercy itu. Menurutnya, Partai Demokrat terlalu cepat menunjuk pihak lain dalam kekisruhan kudeta internal partainya.

"Ini justru sangat merugikan Demokrat karena menunjukkan bahwa PD sedang berada dalam kondisi internal yang tidak baik," kata Sahroni.

Sahroni menegaskan, isu kudeta seharusnya hanya diketahui oleh internal partai tersebut. Dimana, AHY dan SBY sebagai Ketua Majelis Tinggi Demokrat bisa mengatasi isu kudeta tersebut di internal partainya.

"Kan Mas AHY, Mas Ibas, dan Pak SBY tentunya memiliki power yang sangat tinggi di Partai Demokrat, sehingga seharusnya masalah internal seperti ini bisa mereka selesaikan sendiri," tegasnya.

Sebelumnya, Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono mengungkapkan ada pihak di lingkaran dekat Presiden Jokowi yang hendak mengambil paksa partainya lewat jalur Kongres Luar Biasa (KLB). AHY kemudian mengirim surat kepada Jokowi untuk mengklarifikasi hal itu.

Sementara Kepala Badan Pemenangan Pemilu (Bappilu) Partai Demokrat Andi Arief menuding Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko sebagai sosok di balik upaya kudeta partainya tersebut.

"Banyak yang bertanya siapa orang dekat Pak Jokowi yang mau mengambil alih kepemimpinan AHY di Demokrat, jawaban saya KSP Moeldoko," kicaunya, lewat akun Twitter pribadinya, Senin (1/2).

Merespons tudingan tersebut, Moeldoko menyarankan seorang pemimpin harus kuat dan tidak boleh mudah terbawa perasaan (baper) serta terombang-ambing.

"Saran saya ya, menjadi seorang pemimpin harus pemimpin kuat, jangan mudah baperan, terombang-ambing, dan seterusnya," kata Moeldoko dalam konferensi pers yang berlangsung secara daring pada Senin (1/2).

TAGS : Ketum Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono Kudeta Demokrat Partai NasDem




JURNAS VIDEO :

TERPOPULER :