Selasa, 22/06/2021 21:18 WIB

Disanksi AS, Penjualan Produk Huawei di Dunia Anjlok

Perusahaan Huawei asal China turun empat peringkat untuk menjadi vendor ponsel terlaris keenam di dunia pada kuartal terakhir setelah sanksi AS melumpuhkan penjualan perusahaan.

Logo perusahaan Huawei

Jakarta, Jurnas.com - Perusahaan Huawei asal China turun empat peringkat untuk menjadi vendor ponsel terlaris keenam di dunia pada kuartal terakhir setelah sanksi AS melumpuhkan penjualan perusahaan.

Dilansir Upi, Minggu (31/01), Huawei mengirimkan 32 juta smartphone ke seluruh dunia, menandai pertama kalinya dalam enam tahun berada di luar 5 vendor smartphone teratas.

"Huawei secara dramatis surut di sebagian besar pasar sebagai akibat dari sanksi AS," kata analis riset Canalys Amber Liu dalam sebuah pernyataan.

Di tengah penurunan Huawei, Apple menjadi penjual smartphone No. 1 di dunia, naik dari posisi No. 2.

Pada kuartal keempat, Apple mengirimkan sebagian besar iPhone-nya ke seluruh dunia dalam satu kuartal yakni 81,8 juta, menurut temuan Canalys.

Pengiriman smartphone Apple di seluruh dunia dari tahun ke tahun naik 5% dengan 207,1 juta pengiriman, jumlah kedua setelah Samsung, yang pengiriman setahun penuhnya menurun 14% menjadi 255,6 juta smartphone. 

Huawei menempati peringkat ketiga dalam pengiriman global untuk setahun penuh tahun 2020, meskipun pengiriman globalnya turun 22% menjadi 188,5 juta smartphone.

"IPhone 12 sukses," kata analis Canalys Vincent Theilke dalam sebuah pernyataan. "Apple memiliki posisi yang lebih baik daripada pesaingnya di 5G, yang sangat condong ke pasar maju dan saluran penjualan operator seluler."

Di dalam negeri, Canalys mengatakan pengiriman smartphone di daratan Huawei turun 44% menjadi 18,8 juta dan pangsa pasarnya menurun 22% pada kuartal ketiga meskipun tetap menjadi pemimpin pasar, penelitian menunjukkan. Pengiriman daratan dari tahun ke tahun menurun 13% menjadi 123,3 juta pengiriman.

Perusahaan China lainnya meningkatkan pengiriman smartphone di daratan pada kuartal keempat, tetapi tidak cukup untuk mengimbangi kerugian Huawei. Pengiriman Oppo meningkat 23% menjadi 17,2 juta smartphone dan Vivo meningkat 20% menjadi 15,7 juta pengiriman. 

Pengiriman Oppo dan Vivo juga masih turun, masing-masing 12% dan 8%, dari tahun ke tahun. Xiaomi melihat pertumbuhan terbesar sebesar 52% pada kuartal keempat, yang menyebabkan pengiriman 12,2 juta smartphone ke daratan, dan naik 3% dari tahun ke tahun menjadi 39,8 juta.

"Pasar China turun 11% menjadi lebih dari 330 juta unit, karena pemulihan pasar terhambat oleh penurunan cepat kinerja Huawei sebagai akibat dari sanksi AS," kata Canalys.

Sementara itu, pasar Apple meningkat di China dengan pengiriman meningkat 20% pada kuartal keempat menjadi 15,3 juta smartphone dan 18% pangsa pasar.

"Apple mengalami tahun yang hebat di China, di mana pengiriman setahun penuh akhirnya kembali ke level 2018, didorong oleh model iPhone 11 dan iPhone 12," kata Liu dalam sebuah pernyataan. 

"Peluncuran seri iPhone 12 Apple di China bertepatan dengan perjuangan Huawei, satu-satunya saingannya di segmen kelas atas, yang seri andalannya Mate mengirimkan kurang dari 4 juta unit pada Q4."

Dari tahun ke tahun, pengiriman domestik Apple meningkat 14% menjadi 34,4 juta pengiriman, kata Canalys.

TAGS : Sanksi AS Perusahaan Huawei Penjualan Global




JURNAS VIDEO :

TERPOPULER :