Senin, 14/06/2021 20:00 WIB

Pengeboman Bunuh Diri di Pusat Kota Baghdad Menewaskan 20 Orang

Tidak ada kelompok yang mengatakan mereka melakukan serangan terbaru, tetapi kecurigaan akan jatuh pada kelompok jihadis ISIS.

Serangan Irak menargetkan orang-orang yang berbelanja di pasar pakaian di Tayaran Square. (Foto: bbc)

Jurnas.com - Sedikitnya 20 orang tewas dan 40 lainnya luka-luka dalam dua pemboman bunuh diri di daerah komersial yang ramai di ibu kota Irak, Baghdad.

Para pelaku bom meledakkan diri di pasar pakaian di Tayaran Square saat mereka dikejar oleh aparat keamanan.

Dilansir dari BBC, serangan bunuh diri mematikan terakhir di kota itu terjadi pada Januari 2018, ketika 35 orang tewas di alun-alun yang sama.

Tidak ada kelompok yang mengatakan mereka melakukan serangan terbaru, tetapi kecurigaan akan jatuh pada kelompok jihadis ISIS.

Pemerintah Irak menyatakan kemenangan dalam perangnya melawan ISIS pada akhir 2017.

Juru bicara militer Irak Yehia Rasool mengatakan serangan hari Kamis (21/1) itu "dilakukan oleh dua pembom bunuh diri yang meledakkan diri mereka sendiri ketika dikejar oleh pasukan keamanan" melalui daerah Bab Sharqi.

Para pembom menargetkan pasar terbuka untuk pakaian bekas di Tayaran Square, yang sibuk setelah hampir satu tahun pembatasan terkait virus corona.

Sebuah video yang diposting di media sosial konon menunjukkan bom kedua meledak di antara kerumunan kecil di daerah tersebut.

Rekaman lain menunjukkan mayat berserakan di tanah setelahnya. Ambulans bergegas ke tempat kejadian untuk membawa banyak yang terluka ke rumah sakit di seluruh Baghdad.

Serangan semacam itu menjadi jarang terjadi di ibu kota sejak kekalahan militer ISIS oleh pasukan keamanan Irak, yang didukung oleh koalisi multinasional pimpinan AS dan pasukan paramiliter yang didukung Iran.

ISIS pernah menguasai 88.000 km persegi (34.000 mil persegi) wilayah yang membentang dari Irak timur hingga Suriah barat dan memberlakukan aturan brutalnya pada hampir delapan juta orang.

Kekerasan terbaru terjadi beberapa hari setelah pemerintah Irak mengatakan pemilihan umum dini akan ditunda dari Juni hingga Oktober untuk memberi otoritas pemilihan lebih banyak waktu untuk mendaftarkan pemilih dan partai baru.

TAGS : Baghdad Pemboman Bunuh Diri ISIS Serangan




JURNAS VIDEO :

TERPOPULER :