Kamis, 13/05/2021 02:40 WIB

Menteri ESDM, Menteri KKP, dan Sekjen PDIP Terima Kualifikasi Insinyur Profesional Utama

Persatuan Insinyur Indonesia Dorong Peningkatan Kualitas Profesi Keinsinyuran Bagi Kemajuan Indonesia Raya

Persatuan Insinyur Indonesia

Jakarta, Jurnas.com - Persatuan Insinyur Indonesia (PII) menyerahkan Sertifikat Insinyur Profesional Utama (IPU) kepada tiga tokoh, yakni Ir Arifin Tasrif; Ir. Sakti Wahyu Trenggono, MBA; dan Ir. Hasto Kristiyanto, MM.

Ketua Umum PII, Dr. Ir. Heru Dewanto, M.Sc. (Eng), IPU. mengatakan PII sebagai wadah organisasi profesi insinyur Indonesia berkomitmen meningkatkan kompetensi insinyur Indonesia, sesuai dengan amanat UU Nomor 11 tahun 2014 tentang Keinsinyuran.

"Sertifikat IPU diberikan setelah mempertimbangkan kompetensi, track record penerima sertifikat di bidang keinsyuran, serta sumbangsih di dalam kegiatan teknik dan sumbangsih kebijakan berdasarkan penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi untuk meningkatkan nilai tambah dan daya guna di dalam praktik keinsinyuran," jelas Heru Dewanto, Selasa (5/1/2021).

Sertifikat IPU diserahkan kepada Ir. Arifin Tasrif pada 28 Desember 2020 di kantor Kementerian ESDM bersamaan dengan penyerahan penghargaan Distinguished Honorary Fellow dari organisasi Insinyur se-ASEAN, AFEO (ASEAN Federation of Engineering Organisation).

Sementara sertifikat IPU diserahkan kepada Ir. Hasto Kristiyanto MM pada Selasa (5/1/2021) di Kantor Pusat PII. Dalam rekam jejak keinsinyuran, Hasto Kristiyanto telah menerima kualifikasi Insinyur Profesional Madya, ketika bekerja di PT. Rekayasa Industri.

“Saya pribadi merasa mendapat kehormatan menerima sertifikat IPU. Pengalaman praktik keinsinyuran di Rekayasa Industri dalam rancang bangun dan perekayasaan pabrik, construction management, project management, dan pengalaman di dalam memerjuangkan kebijakan industri nasional ketika menjadi anggota DPR RI pada tahun 2004-2009 ternyata menjadi pertimbangkan pengakuan kompetensi keinsinyuran dari PII tersebut," kata Hasto.

Sejak 2002 Hasto memilih pensiun dini dari PT. Rekayasa Industri, dan secara total aktif di politik, dimana saat ini menjabat sebagai Sekjen PDI Perjuangan. Di kancah politik pun, Hasto terus mendorong lahirnya kebijakan industri nasional yang mengedepankan semangat berdikari.

Bahkan dalam Rakernas I PDIP awal 2019 juga secara khusus dibajas tentang politik industri berdikari. "Ini merupakan terobosan, bagaimana Partai Politik membahas hal strategis terkait politik industri yang mengabdi pada tujuan bernegara," kata Hasto penuh semangat.

Lantas, bagaimana dengan Sakti Wahyu Trenggono yang saat ini menjabat Menteri Kelautan dan Perikanan? Dalam jejak kariernya keinsinyuran, telah membangun menara telekomunikasi untuk disewakan ketika operator masih boleh membangun menara sendiri. Dengan pola baru pemanfaatan bersama tersebut akhirnya terjadi efisiensi operator.

Ketika menjabat sebagai Wakil Menteri Pertahanan, Trenggono telah mendorong industri alutsista di dalam negeri. Di samping itu, ia melihat ketahanan pangan sebagai masalah ketahanan nirmiliter yang perlu memperoleh perhatian selain ketahanan militer, terutama seperti saat adanya pandemi Covid 19.

Trenggono juga membentuk tim melibatkan banyak pihak, termasuk militer dan perguruan tinggi, untuk menyusun dan menjalani program untuk ketahanan pangan, yang kini telah bergulir.

Sedangkan Arifin telah terlibat di litbang industri pupuk, menyusun dan meletakkan fondasi kuat di rekayasa enjinering industri pupuk. Hal ini diterapkan, dijalani dengan baik, ketika menjadi dirut di Petrokimia Gresik dan ketika menjadi orang nomor satu di Pupuk Indonesia.

Perlu dicatat pula bahwa Arifin membuat langkah cepat yang pro ke pembangunan industri, sehingga berhasil memberikan harga gas yang menarik untuk industri hilir terutama industri petrokimia.

Hal ini adalah sesuatu yang sebelumnya belum pernah berhasil dilaksanakan. Lahir kemudian kebijakan-kebijakan energi yang komprehensif dan membuat industri pupuk dan migas Indonesia bangkit bergairah.

"PII akan terus berkomitmen melakukan transformasi bagi peningkatan kompetensi insinyur Indonesia bagi kemajuan Indonesia Raya," tuntas Heru Dewanto, M.Sc. (Eng), IPU.

TAGS : Arifin Tasrif; Sakti Wahyu Trenggono Hasto Kristiyanto Insinyur Heru Dewanto




JURNAS VIDEO :

TERPOPULER :


TERKINI