Selasa, 20/04/2021 04:42 WIB

RSF: 50 Jurnalis Dibunuh sepanjang 2020

Sebagian besar terjadi di negara-negara yang sedang tidak berperang.

Ilustrasi kekerasan wartawan (Foto: Doknet)

London, Jurnas.com - 50 jurnalis dan pekerja media terbunuh sepanjang 2020 menurut laporan Reporters Without Borders (RSF). Sebagian besar terjadi di negara-negara yang sedang tidak berperang.

Lembaga pengawas tersebut mengatakan, angka itu menunjukkan peningkatan dalam penargetan wartawan yang menyelidiki kejahatan terorganisir, korupsi atau masalah lingkungan, yang banyak terjadi di Meksiko, India dan Pakistan.

84 persen dari mereka yang tewas tahun ini sengaja ditargetkan menurut RSF dalam laporan tahunannya, dibandingkan dengan 63 persen pada 2019.

"Selama beberapa tahun sekarang, Reporters Without Borders telah mencatat bahwa jurnalis investigasi benar-benar berada di persimpangan negara, atau kartel," kata Pauline Ades-Mevel, pemimpin redaksi RSF dikutip dari AFP pada Selasa (29/12).

Meksiko adalah negara paling mematikan, dengan delapan orang tewas. "Hubungan antara pengedar narkoba dan politisi tetap ada, dan jurnalis yang berani meliput ini atau masalah terkait terus menjadi sasaran pembunuhan biadab," kata laporan itu.

Tak satu pun dari pembunuhan di Meksiko yang dihukum, tambah RSF, yang telah mengumpulkan data tahunan tentang kekerasan terhadap jurnalis di seluruh dunia sejak 1995.

Lima jurnalis tewas di Afganistan yang dilanda perang, mencatat peningkatan serangan bertarget terhadap pekerja media dalam beberapa bulan terakhir, bahkan ketika pembicaraan damai antara pemerintah dan Taliban sedang berlangsung.

RSF juga menyoroti kasus tokoh oposisi Iran Ruhollah Zam, yang menjalankan saluran media sosial populer untuk mengumpulkan penentang rezim. Dia dieksekusi pada Desember ini.

Eksekusinya mengonfirmasi rekor Iran sebagai negara yang secara resmi telah membunuh wartawan paling banyak dalam setengah abad terakhir.

TAGS : Jurnalis Pekerja Media Wartawan Reporters Without Borders




JURNAS VIDEO :

TERPOPULER :