Kamis, 24/06/2021 17:02 WIB

Ini Alasan Madrasah Gunakan Asesmen AKSI bukan AKM

Direktur Kurikulum, Sarana, Kelembagaan, dan Kesiswaan (KSKK) Madrasah Kementerian Agama Ahmad Umar menjelaskan, AKSI dipilih karena warga madrasah umumnya masih berpikir `maksimalis`.

Direktur Kurikulum, Sarana, Kelembagaan dan Kesiswaan (KSKK) Madrasah Ahmad Umar (Foto: Muti/Jurnas.com)

Jakarta, Jurnas.com - Sebagai pengganti ujian nasional, madrasah memilih untuk melaksanakan Asesmen Kompetensi Siswa Indonesai (AKSI) pada 2021 mendatang, alih-alih Asesmen Kompetensi Minimum (AKM) yang diterapkan di satuan pendidikan yang ada di bawah Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud).

Direktur Kurikulum, Sarana, Kelembagaan, dan Kesiswaan (KSKK) Madrasah Kementerian Agama Ahmad Umar menjelaskan, AKSI dipilih karena warga madrasah umumnya masih berpikir `maksimalis`.

"Ini alasannya panjang. Simpelnya, kalau AKM itu asesmen kompetensi minimum, saya takutnya kawan-kawan madrasah itu mengambil di bawah minimal, maka kami menggunakan AKSI," terang Umar dalam diskusi publik `Reformasi Sistem Akreditasi Menuju Sekolah/Madrasah Bermutu` pada Rabu (16/12).

Namun dalam penerapannya, lanjut Umar, AKSI tidak berbeda jauh dengan AKM. Pelaksanaan AKSI diikuti siswa kelas empat madrasah ibtidaiyah (MI), kelas delapan madrasah tsanawiyah (MTs), dan kelas 11 madrasah aliyah (MA).

Umar memastikan pada 2021 AKSI sudah siap untuk dilaksanakan. Sebab pada tahun ini instrumen alat tes telah dimatangkan, setelah melalui proses penggodokan selama enam bulan.

"Isinya itu tidak jauh dari AKM, insya allah, bahkan kami targetnya lebih tinggi karena ada aspek karakter yang jadi ukuran utama," ujar Umar.

Selanjutnya, kata Umar, hasil AKSI akan menjadi bahan pemetaan bagi pemerintah untuk memperbaiki kelemahan dan kekurangan yang ada di madrasah.

"Hasil AKSI itu akan jadi pemetaan masalah, di mana letak kekurangannya di madrasah, apakah literasi, numerik, atau dua-duanya atau sains lemah semua," tutur dia.

Umar menambahkan, untuk memaksimalkan hasil pemetaan yang diperoleh dari AKSI, pihaknya juga akan menguatkan pelatihan Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan (PKB) untuk guru madrasah pada 2021 mendatang.

"Guru akan dilatih di mana kelemahan di madrasah dari tiga sampai empat aspek di AKSI itu, lalu kita akan carikan solusi bersama," tandas Umar.

TAGS : Ahmad Umar KSKK Madrasah Asesmen Kompetensi Siswa Indonesia Kementerian Agama




JURNAS VIDEO :

TERPOPULER :