Jum'at, 22/10/2021 13:31 WIB

Australia Adukan China ke WTO Atas Tarif Jela

Hubungan Australia-China berada pada titik terendah sejak penumpasan Lapangan Tiananmen 1989, dengan Beijing memberlakukan serangkaian sanksi ekonomi terhadap produk-produk Australia.

Gedung Organisasi Perdagangan Dunia (WTO)

Sydney, Jurnas.com - Kementerian Perdagangan (Kemendag) Australia akan meminta Organisasi Perdagangan Dunia (WHO) untuk menyelidiki tarif hukuman China atas impor jelai.

Dilansir dari Reuters, Menteri Perdagangan Australia, Simon Birmingham mengatakan, biaya tambahan Beijing sebesar 80 persen untuk impor barley dari Australia kurang mendasar dan tidak didukung oleh fakta dan bukti, menambahkan bahwa tindakan serupa dapat diambil di sektor lain.

Hubungan Australia-China berada pada titik terendah sejak penumpasan Lapangan Tiananmen 1989, dengan Beijing memberlakukan serangkaian sanksi ekonomi terhadap produk-produk Australia.

"Kami sangat yakin bahwa berdasarkan bukti, data dan analisis yang telah kami kumpulkan, Australia memiliki kasus yang sangat kuat," kata Birmingham.

Ekspor jelai Australia ke China bernilai sekitar US$ 1 miliar setahun sebelum kekeringan baru-baru ini, dan terutama digunakan dalam pembuatan bir.

Para ahli mengatakan Beijing telah mempertimbangkan untuk membatasi impor jelai Australia sejak 2018 di tengah kekhawatiran bahwa China  yang hanya memproduksi sekitar 20 persen dari jelai yang dibutuhkannya terlalu bergantung pada impor.

Tetapi tarif itu terjadi dengan latar belakang perselisihan sengit antara Canberra dan Beijing yang telah memicu kekhawatiran bahwa tindakan tersebut juga bermotif politik.

Setiap perselisihan telah dianggap sebagai masalah teknis, tetapi banyak orang di Canberra percaya bahwa sanksi tersebut adalah pembalasan bagi Australia yang melawan pengaruh China di dalam negeri dan di Asia-Pasifik.

Setidaknya 13 sektor Australia telah dikenakan tarif atau beberapa bentuk gangguan, termasuk jelai, daging sapi, batu bara, tembaga, kapas, lobster, gula, kayu, pariwisata, universitas, anggur, gandum, dan wol.

Australia sampai sekarang menghindar untuk membawa perselisihan ke organisasi yang berbasis di Jenewa, khawatir penyelesaian bisa memakan waktu bertahun-tahun, membuka Australia untuk klaim pembalasan dan memperburuk hubungan lebih lanjut.

Ketegangan dengan China telah mempertanyakan model ekonomi Australia yang berusia puluhan tahun, berdasarkan pada penyediaan bahan mentah untuk kemunculan China yang sangat besar sebagai ekonomi modern.

TAGS : Perang Dagang Perang Tarif Australia Tarif China WTO




JURNAS VIDEO :

TERPOPULER :