Senin, 17/05/2021 20:40 WIB

Sabet Delapan Kemenangan di Papua, Mama Mega: Jadilah Obor Penerang Rakyat

Diharap memberi harapan bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat Papua dan Papua Barat

Megawati Soekarnoputri (Ketua Umum PDI Perjuangan) dan Puan Maharani Ketua (DPP PDI Perjuangan)

Jakarta, Jurnas.com - Provinsi Papua dan Provinsi Papua Barat menjadi salah satu lumbung kemenangan bagi PDI Perjuangan di Pilkada Serentak 2020. Delapan kader murni partai besutan Megawati Soekarnoputri berhasil menjadi kepala daerah di wilayah ujung timur Indonesia itu.

"Kemenangan di Papua diharapkan memberi harapan bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat Papua dan Papua Barat," ujar Sekjen DPP PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto, Selasa (15/12/2020).

Partai pimpinan Megawati Soekarnoputri terus memantau perhitungan manual pilkada yang digelar di Provinsi Papua dan Papua Barat. Apalagi mengingat kondisi alam membuat proses penghitungan tak mudah dilakukan.

Sejauh ini, berdasarkan hasil hitung cepat, PDI Perjuangan berhasil memenangi 4 pilkada Papua, dan 4 lagi menang di Papua Barat. Dengan catatan semuanya adalah kader murni PDI Perjuangan. Hasil ini mendapat apresiasi dari Mama Mega (sapaan akrab earga Papua untuk Megawati Soekarnoputri).

"Mama Mega menitip pesan dan menyampaikan terima kasih untuk warga Papua dan Papua Barat yang berada dalam satu semangat kebangsaan yang sama. Kepada kader partai yang dipilih rakyat, Mama Mega titip pesan, jadilah obor penerang yang menuntun rakyat," jelas Hasto.

Sebagaimana di wilayah lainnya, jelas Hasto, PDI Perjuangan sebagian besar mengusung kader di pilkada Papua dan Papua Barat. PDI Perjuangan menyadari sepenuhnya situasi di Papua yang membutuhkan kepemimpinan yang berkualitas. Bisa menjalankan pemerintahan berkualitas dengan komitmen pro rakyat serta nasionalisme yang tinggi.

Atas alasan itu pula, jelas Hasto, PDI Perjuangan menjalankan proses rekrutmen calon kepala daerah secara baik, dan membekali dengan tata kelola pemerintahan baik melalui Sekolah Partai.

"Proses kaderisasi yang sama yang dirasakan pemimpin bangsa berkualitas dari partai seperti Pak Jokowi, Tri Rismaharini, Ganjar Pranowo, Hendrar Prihadi, Abdullah Azwar Anas, hingga Hasto Wardoyo," papar Hasto.

Di Sekolah Partai, ia menambahkan, para calon kepala daerah PDI Perjuangan juga mendapatkan sharing pengalaman pemerintahan daerah yang baik dari narasumber seperti Bu Risma, Pak Azwar Anas, Hingga Mas Hendi Walikota Semarang. Harapannya tentu agar pengalaman baik ini bisa dilaksanakan juga di Papua.

Hasto menyampaikan api semangat perjuangan yang selalu digelorakan oleh Bung Karno, yang bisa kita rasakan lewat lagu `Sabang sampai Merauke`. Bahwa dari Sabang sampai Merauke berjajar pulau-pulau, mengandung cita-cita perjuangan bersama demi kesejahteraan masyarakat yang adil dan makmur.

"PDI Perjuangan memegang teguh ajaran Bung Karno itu, membentuk dunia baru tanpa penindasan sesama manusia dan penindasan antar bangsa," jelasnya.

Ia juga menyebut semangat pembebasan yang mendorong komitmen untuk memperjuangkan kesejahteraan, serta memastikan agar keadilan sosial ekonomi menjadi milik seluruh warga negara Indonesia, termasuk di Papua dan Papua Barat.

"PDI Perjuangan takkan pernah menyerah dan berhenti bekerja sebelum masyarakat Papua dan Papua Barat menjadi sejahtera," jelas Hasto.

Pada akhirnya, PDI Perjuangan menyambut hasil pilkada di dua provinsi tersebut. Kemenangan itu diharapkan memberi harapan bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat Papua dan Papua Barat.

"Ibu Megawati dalam berbagai kesempatan selalu menekankan makna pentingnya Papua dan Papua Barat bagi Indonesia. Jejak sejarah perjuangan Bapak Bangsa Soekarno pun jelas di Papua," ungkapnya.

Hasto menuturkan, saat ini Presiden Joko Widodo memberikan perhatian ke Papua. Dengan prinsip pembangunan dari pinggir, pemerintah membangun berbagai infrastruktur yang di 10 tahun sebelumnya tak pernah bisa dilakukan.

"Maka kami menugaskan kader kami yang menjadi kepala daerah untuk serius membangun wilayahnya sejalan dengan program Pemerintahan Pak Joko Widodo," tegasnya.

Sementara itu, Ketua DPP PDIP Komaruddin Watubun yang ditugaskan menangani Papua dan Papua Barat, menyampaikan bahwa wilayah Papua semakin `memerah`. Semakin banyak kader partai yang duduk di pemerintahan daerah.

Di Papua, dari 11 kabupaten/kota yang melaksanakan pilkada, ada 4 wilayah yang rakyatnya memilih kader PDIP sebagai kepala daerahnya.

Yakni di Asmat dengan Elisa Kambu yang juga Ketua DPC Asmat, berpasangan dengan Wakil Bupati Thomas Eppe Safanfo yang juga Sekretaris DPC Asmat.

Kemudian di Nabire yang terpilih sebagai bupati adalah Mesak Magai, yang merupakan Wakil Ketua DPD Papua. Adapun di Kabupaten Keerom, PDIP berhasil menempatkan kadernya, Wahfir Kosasih, sebagai wakil bupati.

Sementara di Mamberamo Raya, kader PDIP DR. (HC). Jhon Tabo juga berhasil meyakinkan rakyat Papua.

"Itu yang 4 sudah pasti menang dan kader kita sendiri. Ada dua wilayah lagi yang masih dihitung," kata Komaruddin.

Sementara di Papua Barat, dari 9 pilkada, kader PDIP berhasil menang di 4 wilayah. Yakni di Manokwari dengan menempatkan Hermus Indou. Pergunungan Arfak menempatkan Wakil Bupati Marinus Mandacan; Sorong Selatan menempatkan Samsudin Anggiluli (Ketua DPC); Manokwari Selatan menempatkan Markus Waran (Ketua DPD Papua Barat);

"Sehingga secara total, di Papua dan Papua Barat, ada 8 kader murni partai yang duduk sebagai kepala daerah. Ini semua berkat soliditas kerja keras selama ini dan harapan besar rakyat Papua kepada kader PDI Perjuangan," kata Komaruddin.

TAGS : Papua Papua Barat Pilkada Serentak 2020 Megawati Soekarnoputri




JURNAS VIDEO :

TERPOPULER :