Senin, 26/07/2021 02:47 WIB

Muhammadiyah Sayangkan Pangdam Jaya Ikut Konpers Tewasnya 6 Anggota FPI

Triano menilai, bahwa hal tersebut menguatkan dugaan TNI turut diperankan dalam penanganan penyidikan

Senjata api dari para pelaku penyerangan ke Anggota Kepolisian. (Foto : Jurnas/Unt).

Jakarta, Jurnas.com - Ketua Majelis Hukum dan HAM PP Muhammadiyah, Trisno Raharjo menyayangkankehadiran Pangdam Jaya Mayjen TNI Dudung Abdurachman dalam konferensi pers tewasnya 6 pengikut pimpinan FPI Rizieq Shihab di Polda Metro Jaya pada Senin (7/12/2020) kemarin.

"Menyayangkan keterlibatan Pangdam Jaya dalam proses penjelasan peristiwa kematian 6 anggota FPI oleh pihak Kepolisian," kata Trisno Raharjo dalam konferensi pers, Selasa (8/12).

Triano menilai, bahwa hal tersebut menguatkan dugaan TNI turut diperankan dalam penanganan penyidikan.

"hal ini menguatkan dugaan TNI turut diperankan dalam penanganan penyidikan tindak kejahatan yang berarti TNI telah keluar dari fungi dan tugas utama TNI," ucapnya.

Kapolda Metro Jaya, Irjen Pol Fadil Imran mengungkap telah terjadi penyerangan kepada anggota kepolisian saat  tengah melakukan penyelidikan pada pukul 00.30 WIB di ruas Tol Jakarta-Cikampek KM 50.

Penyelidikan tersebut terkait dengan adanya informasi pengerahan massa akibat adanya pemeriksaan terhadap Muhammad Rizieq Shihab (MRS) yang dijadwalkan pada hari ini.

"Tadi pagi sekitar pukul 00.30 WIB di Jalan Tol Jakarta - Cikampek KM 50 telah terjadi penyerangan kepada anggota polri yang melaksanakan tugas lidik terkait pemeriksa MRS yang dijadwalkan berlangsung hari ini jam 10.00 WIB," ujar Fadil di Polda Metro Jaya Jakarta, Senin (7/20).

Menurutnya, informasi pengerahan massa itu beredar dari berbagai sumber termasuk berita melalui WA group bahwa akan ada pengerahan kelompok massa untuk mengawal pemeriksaan MRS di Polda Metro Jaya.

"Berkaitan hal tersebut kami Polda Metro Jaya melakukan penyelidikan kebenaran informasi tersebut dan ketika anggota Polda Metro Jaya mengikuti kendaraan yang diduga adalah pengikut MRS," ujarnya

Dimana, saat tim kepolisian mengikuti kendaran dari pengikut dari MRS, kendaraan petugas dipepet dan diberhentikan oleh dua kendaraan lainnya

Pengikut MRS yang berjumlah 10 orang itu nelakukan perlawanan dengan menodongkan senjata api dan senjata tajam berupa samurai, celurit kepada anggota.

Karena membahayakan keselamatan jiwa petugas, terpaksa melakukan tindakan tegas dan terukur sehingga enam diantara pengikut MRS tewas ditembak, sementara 4 orang lainnya melarikan diri.

"Anggota yang terancam keselamatan jiwanya karena diserang, kemudian melakukan tindakan tegas dan terukur sehingga terhadap kelompok yang diduga pengikut MRS yang berjumlah 10 orang, meninggal dunia sebanyak 6 orang," ucap Fadil.

TAGS : Muhammadiyah Pangdam Jaya FPI




JURNAS VIDEO :

TERPOPULER :