Senin, 27/05/2024 00:43 WIB

Kesehatan

Kematian Tertinggi Perempuan Australia Disebabkan Jantung

Tren tersebut terjadi karena perempuan tidak mengenali gejala serangan jantung dengan baik.

Melbourne - Hasil penelitian  Mary McKillop Institute for Health di Australian Catholic University (ACU) Melbourne menyatakan, penyakit jantung menjadi pembunuh nomor satu bagi perempuan Australia.

Kematian akibat penyakit jantung menyumbang 31.000 kematian pada perempuan di Australia setiap tahunnya. Sedangkan, 12.000 perempuan meninggal di Australia tahun lalu karena kanker, termasuk kanker payudara.

Penelitian tersebut menjadi yang pertama untuk mengukur dampak dari penyakit jantung dengan mempertimbangan penyakit yang berhubungan, seperti diabetes dan gagal ginjal selain jantung serta stroke.

Maja-Lisa Lochan, kepala penelitian tersebut mengatakan, terdapat 3.000 kasus perempuan meninggal dunia akibat penyakit jantung, sebelum sampai di rumah sakit. "Mereka lebih sering menghindari pengobatan dibandingkan pria," tambahnya.

Menurutnya, tren tersebut terjadi karena perempuan tidak mengenali gejala serangan jantung dengan baik. "Mereka sering berpikir itu asma, kelelahan, influenza atau penyakit lainnya selain penyakit jantung," kata Lochan dilansir Xinhua.

Dilansir Antara, Lochan mengatakan, sebagian besar kematian dapat dicegah jika faktor-faktor penyebab penyakit tersebut ditangani. "Enam puluh persen dari penyebab penyakit jantung pada perempuan dan isu-isu terkait dapat dicegah, misalnya kolesterol tinggi, diabetes tipe dua, tekanan darah tinggi dan merokok," ungkap Lochan.

Menurutnya, semua faktor risiko ini berkaitan dengan gaya hidup dan kondisi yang dapat diobati. Laporan tersebut memperkirakan, biaya tahunan perawatan rumah sakit akibat penyakit kardiovaskular bagi perempuan mencapai 2,2 miliar dolar Amerika Serikat.

"Angka tersebut bisa dikurangi jika pemerintah menginvestasikan lebih banyak uang dalam kampanye kesadaran dan program pencegahan," ujar Lochan.

KEYWORD :

Penyakit Jantung Kesehatan Perempuan Australia




JURNAS VIDEO :

PILIHAN REDAKSI :