Jum'at, 01/07/2022 11:59 WIB

Saung Hijau BPP Cigalontang Tasikmalaya Dukung Program Kostratani

Sebagai upaya penguatan BPP, Saung Hijau yang berdiri di atas lahan BPP Cigalontangn dibangun secara mandiri dari hasil demplot BPP sebesar 9 juta dan dibantu kelompok tani.

Saung Hijau

Tasikmalaya, Jurnas.com - Koordinator Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Cigalontang Kabupaten Tasikmalaya, Ujang Rukman mengatakan, Saung Hijau merupakan wahana edukasi yang di rintis secara swadayadi BPP Cigalontang Tasikmalaya, dan ditujukan sebagai salah satu cara penguatan fungsi BPP.

"Pada 2015 saya diberi amanah sebagai koordinator di BPP Cigalontang. Saat itu kami berpikir bahwa untuk memajukan pembangunan pertanian, yang diperlukan adalah menguatkan BPP dan menguatkan kelembagaan petani karena BPP adalah ujung tombak pembangunan pertanian di kecamatan," ujarnya.

Sebagai upaya penguatan BPP, Saung Hijau yang berdiri di atas lahan BPP Cigalontangn dibangun secara mandiri dari hasil demplot BPP sebesar 9 juta dan dibantu kelompok tani.

"Saung Hijau menjadi pusat pendidikan dan pelatihan bagi petani dan dilengkapi klinik konsultasi agribisnis dan hama penyakit, perpustakaan, demplot sayuran, demplot tanaman buah, tanaman herbal perikanan, peternakan, diversifikasi pangan dan kedai kopi.

"Hingga saat ini sudah banyak masyarakat yang belajar ke “Saung Hijau”, baik dari kalangan pelajar bahkan peserta pelatihan dari luar negeri pernah belajar pertanian di Saung Hijau," jelas Ujang.

Dalam hal kelembagaan petani, BPP Cigalontang yang berlokasi di Desa Pasirmalang Kecamatan Cigalontang dan memiliki wilayah binaan 16 desa dengan luas areal persawahan 2.509,42 hektar dan lahan darat 13.960,58 hektar dikaruniai sumber daya melimpah di sektor tanaman pangan, hortikultura, perkebunan, peternakan, perikanan dan kehutanan, terus mendorong petani untuk berkelompok dengan cara terus menerus membangun kesadaran petani.

"Saat ini sudah 25 kelompok tani yang juga memiliki Saung Hijau, dan kami mengumpulkan iuran wajib dengan tujuan suatu saat harapan kami kelembagaan petani ini mampu menjadi Badan (BUMP), jadi ada lembaga keuangan yang diurus oleh petani, dana dari petani, dikelola petani untuk petani juga," jelas Ujang.

Tahun 2019, BPP Cigalontang dikukuhkan menjadi BPP Kostratani, dan hingga ini terus berupaya menjalankan lima fungsi, baik sebagai pusat data dan informasi, menjadi pusat pembelajaran, menjadi pusat jejaring kemitraan, menjadi pusat pembangunan pertanian, dan menjadi pusat konsultasi agribisnis.

Komando Strategis Pembangunan Pertanian (Kostratani) merupakan program strategis yang di gagas Menteri Pertanian (Mentan), Syahrul Yasin Limpo, untuk memodernisasi pertanian Indonesia. Pembangunan pertanian Indonesia dirancang melalui pendekatan teknologi informasi dan mekanisasi pertanian.

Kegiatan yang dilakukan adalah, optimalisasi Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) yang menjadi pusat kegiatan pembangunan pertanian di tingkat kecamatan. Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian , Dedi Nursyamsi menyampaikan, BPP Kostratani harus menjadi pelopor gerakan pembangunan petanian.

"Dan Setiap BPP harus mampu menyediakan data dan informasi pertanian yang terhubung dengan Agriculture War Room (AWR)," jelas Dedi Nursyamsi, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian.

TAGS : BPP Cigalontang Tasikmalaya Penyuluh Pertanian Dedi Nursyamsi Program Kostratani




JURNAS VIDEO :

TERPOPULER :