Senin, 14/06/2021 19:06 WIB

Tak Pandang Bulu, Peserta Sekolah Partai Diberi Sanksi Jika Tak Disiplin

Mereka siap juga untuk menerima sanksi organisasi apabila tidak mengikuti Sekolah Partai ini dengan sebaik-baiknya. 

Persiapan sekolah partai, tampak Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto mengecek absensi peserta

Jakarta, Jurnas.com - 129 Calon kepala daerah dan wakil kepala daerah yang diusung PDI Perjuangan (PDIP) masuk Sekolah Partai gelombang pertama yang dibuka oleh Megawati Soekarnoputri pada Jumat (21/8/2020).

Para peserta sekolah partai ini pun akan dimonitor kedisiplinannya selama lima hari mengikuti sekolah partai. Digembleng dengan materi yang bernuansa Pancasila, kebangsaan, politik, strategi pemenangan dan sejarah Indonesia.

"Tadi sudah dilakukan pengecekan secara acak, dan semuanya menyatakan disiplin, siap mengikuti Sekolah Partai lima hari berturut-turut," ujar Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto saat acara pembukaan.

Sekolah partai sendiri terpaksa digelar secara virtual dan lima hari secara beruntun. Meskipun dilaksanakan secara daring, tetapi kedisiplinan itu tetap bersifat mutlak.

Hasto pun sudah melaporkan kepada Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri terkait kesiapan Sekolah Partai. Semua cakada sudah menyepakati kesiapannya dengan kontrak sekaligus tata tertib Sekolah Partai.

"Mereka siap juga untuk menerima sanksi organisasi apabila tidak mengikuti Sekolah Partai ini dengan sebaik-baiknya. Jadi semua sudah menyatakan siap. Karena ini tradisi kita dalam menjalankan informasi," jelas Hasto.

Bagi Hasto, proses kaderisasi PDI Perjuangan sudah semakin baik, terhitung sejak berakhirnya era Orde Baru atau reformasi 1998.

"Saya masih ingat pada 2002, kaderisasi pertama baru dilaksanakan. Saat itu, Ibu Ketua Umum mengingatkan agar semua kader membangun kesadaran ideologi, kesadaran politik, kesadaran organisasi, kesadaran lingkungan, kesadaran untuk menyelesaikan masalah rakyat," jelas Hasto.

Ketua DPP Bidang Ideologi dan Kaderisasi PDI Perjuangan Djarot Saiful Hidayat menambahkan, pihaknya sudah membagikan buku elektronik kepada setiap peserta sebagai pedoman mengikuti Sekolah Partai.

Mantan Wali Kota Blitar ini menyebut sistem digital akan diterapkan selama proses pemberian materi Sekolah Partai kepada calon kepala daerah dan wakil kepala daerah.

"Balon kepala daerah dan wakil kepala daerah dari seluruh Indonesia mengikuti seluruh materi Sekolah Partai secara daring," jelas Djarot.

Dalam daftar nama peserta sekolah partai itu, ada Calon Gubernur Sulawesi Utara Olly Dondokambey, Calon Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka, Calon Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramono, hingga Calon Bupati Boven Digoel Martinus Wagi.

TAGS : Sekolah Partai Megawati Soekarnoputri Pilkada Serentak 2020




JURNAS VIDEO :

TERPOPULER :