Senin, 27/05/2024 00:46 WIB

Bencana di Garut: 23 Orang Tewas, 18 Hilang, 433 Jiwa Mengungsi

Banjir bandang yang menerpa Garut menelan korban jiwa 23 orang dan 18 orang masih dinyatakan hilang. Hal itu berdasarkan data yang dirilis BNPB.

Ilustrasi

Jakarta - Banjir bandang yang menerpa Garut menelan korban jiwa 23 orang dan 18 orang masih dinyatakan hilang. Hal itu berdasarkan data yang dirilis Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

Kepala BNPB Willem Rampangilei mengatakan, pihaknya telah melaporkan langsung perkembangan penanganan bencana banjir bandang di Garut kepada Presiden Jokowi. Data terakhir menyebutkan bahwa sebanyak 23 orang meninggal dunia dan 18 orang belum ditemukan.

Menurutnya, hingga saat ini pencarian korban masih terus dilakukan dengan melibatkan tim gabungan dari BPBD, Badan SAR Nasional, TNI, Polri, PMI, Tagana, dinas-dinas terkait, relawan dan masyarakat.

Menurut BPBD Garut, saat ini pengungsi berjumlah 433 jiwa. Mereka ditempatkan di pos pengungsian Makorem 062 TN. Bupati Garut Rudi Gunawan pun menyiapkan rumah susun dengan kapasitas 100 orang.

"Pengungsi ditempatkan di aula Korem dalam keadaan baik. Ketersediaan permakanan, air bersih cukup. Plus bantuan dari masyarakat," kata Willem, melalui rilisnya, Kamis (22/9).

Willem mengatakan, BNPB telah mengirim bantuan logistik senilai Rp 2 miliar untuk BPBD Garut dan BPBD Provinsi Jawa Barat. Bantuan tersebut berupa makanan siap saji, selimut, tikar, tenda, pakaian sekolah dan kidsware dan lainnya.

Adapun dana siap pakai dari pemerintah untuk mendukung operasional tanggap darurat sebesar Rp 400 juta. Menurut Willem, partisipasi masyarakat sangat baik dalam penanganan bencana tersebut.

"Dana Siap Pakai dari Pemerintah untuk mendukung operasional tanggap darurat sebesar Rp 400 Juta. Jumlah relawan yang tercatat sebanyak 360 orang dari 16 lembaga," kata Willem.

KEYWORD :

Banjir Bandang di Garut Bencana Alam BNPB




JURNAS VIDEO :

PILIHAN REDAKSI :