Selasa, 21/09/2021 18:26 WIB

Belum Banyak Diketahui, Negara Ini Konsumsi Jamurnya Tinggi

Jamur juga diyakini dapat meredakan kanker, pencegah HIV dan sederet manfaat penangkal penyakit lainnya.

Jamur Tiram (Foto: Muti/Jurnas)

Jakarta, Jurnas.com - Jamur merupakan salah satu komoditas hortikultura yang mengandung protein baik. Kementerian Pertanian Amerika Serikat (USDA) merilis dalam setiap 100 gram jamur terdapat 3,1 gram protein.

Potensi produksi jamur dinilai sangat besar dan dapat menciptakan peluang bisnis. Budidayanya juga mudah dilakukan bahkan dengan metode tanam ramah lingkungan jelas sangat bagus bagi kesehatan tubuh.

Sekretaris Direktorat Jenderal Hortikultura, Kementerian Pertanian (Kementan), Retno Sri Hartati Mulyandari mengajak para petani jamur untuk meningkatkan produksinya.

"Saat ini konsumsi jamur di Indonesia saat ini masih sangat rendah yakni 0,18 kg per kapita per tahun. Produksi jamur pada 2019 juga tercatat sebanyak 33.163 ton," ujar Retno dalam keterangan tertulisnya pada Minggu (26/7).

"Potensi pasar luar negeri yang konsumsi jamurnya tinggi antara lain Prancis, Jerman, Rusia, USA, Timur Tengah, Korea, China Jepang. Budidaya jamur sangat mudah dan tidak perlu area yang luas. Sehingga kita bisa terus meningkatkan produksi," ujar Retno.

Retno juga meyakini, melalui peningkatan produksi secara mandiri dan modern, pertanian Indonesia dengan sendirinya akan maju.

"Ditjen Hortikultura mendorong komoditas hortikultura termasuk komoditas jamur agar semakin berdaya saing dan ramah lingkungan sehingga mampu menyejahterakan petani secara berkelanjutan," lanjut Retno.

Direktur Sayuran dan Tanaman Obat, Tommy Nugraha mengakui produksi jamur di Indonesia masih rendah dibanding dengan negara lain. Hal ini menuntut masyarakat di bidang perjamuran untuk lebih giat lagi mempromosikan, mensosialisasikan konsumsi jamur dan bermanfaat bagi hidup.

“Tahun 2007 lalu Indonesia pernah masuk lima besar negara pengekspor. Bahkan selama pandemi ini produsen jamur di Brebes mampu mengekspor 20 kontainer untuk sebulan dengan nilai transaksi sebesar USD750 ribu," papar Tommy.

Tommy menyebutkan, Menteri Pertanian (Mentan), Syahrul Yasin Limpo memberikan tantangan untuk menaikkan ekspor tiga kali lipat komoditas pertanian (GraTiEks) termasuk jamur.

"Kementan juga mengajak kepada ibu-ibu di seluruh tanah air untuk sama-sama mengembangkan jamur karena nilai jamur itu makin lama makin tinggi," ujar Tommy.

 

Pengusaha Jamur Tiram CV AAC, Triono Untung Piryadi mengatakan, budidaya jamur mudah untuk dikembang, terlebih cukupnya lahan di Indonesia.

"Usaha jamur itu mudah dan disesuaikan saja dengan iklim. Dilihat dari jumlah penduduk, pangsa pasar Indonesia luar biasa. Daya terima masyarakat dari tahun ke tahun meningkat," papar Triono.

Salah satu kelompok tani asal Subang, Jembar Jamur mengatakan bahwa para petani jamur hingga saat ini bersemangat untuk menanam. Hanya saja terkadang  petani terkendala permodalan.

"Menanam jamur itu mudah. Bisnis jamur memberikan lapangan pekerjaan sehingga bisa mengurangi pengangguran di desa. Kami juga mengajak pelaku usaha terjun dalam permodalan karena banyak petani yang mau menanam namun memiliki keterbatasan modal," terang Ketua Kelompok Jembar Jamur, Wahyudin.

Wahyudin juga meminta dukungan pemerintah untuk meningkatkan produksi jamur dengan pendampingan dan bantuan teknologi pasca panen. Dirinya meyakini, dengan simbosis mutualisme antara petani, pemerintah dan pelaku usaha, bisnis jamur bisa melonjak tinggi.

TAGS : Budidaya Jamur Ditjen Hortikultura Retno Sri Hartati Mulyandari




JURNAS VIDEO :

TERPOPULER :