Senin, 19/04/2021 06:11 WIB

Terdampak Covid-19, Mayoritas Perusahaan Genjot Transformasi Digital

Sekitar 93 persen dari perusahaan yang disurvei menjadikan transformasi digital salah satu prioritas usaha

Indonesia adalah pasar yang menjanjikan untuk pasar dan transaksi keuangan digital (Foto: Ilustrasi)

Jakarta, Jurnas.com - Workday, sebuah perusahaan global penyedia teknologi manajemen keuangan dan sumber daya manusia, mengumumkan hasil studi independennya yang mengeksplorasi dampak pandemi Covid-19 terhadap proses transformasi digital perusahaan di Indonesia.

Studi ini menemukan bahwa 50 persen perusahaan Indonesia menjadikan transformasi digital prioritas utama selama masa pandemi, sementara 31 persen perusahaan justru memperlambat transformasi digital mereka.

Studi yang berjudul Workday Digital Agility Index ini dilakukan bersama perusahaan market intelligence IDC, dan surveinya mencakup hampir 900 pemimpin bisnis di bidang sumber daya manusia, keuangan, dan teknologi informasi dari sembilan negara di Asia Pasifik. Hasil survei ini menangkap ketangkasan digital (digital agility) berbagai perusahaan selama masa pandemi Covid-19 secara rinci.

Sebagai akibat dari kurangnya ketangkasan digital, empat dari lima (80 persen) perusahaan mengalami kesulitan dalam mengubah rencana keuangan tahun ini. Selain itu, 69 persem perusahaan juga menghadapi kesulitan dalam mengubah struktur organisasinya.

Jumlah yang sama juga mengakui bahwa mereka tidak memiliki catatan atas keahlian karyawan. Hal ini mengakibatkan perusahaan-perusahaan tersebut tidak dapat menyusun gugus tugas khusus untuk menangani perubahan drastis yang dibawa oleh pandemi Covid-19.

Masalah juga muncul pada pengelolaan bisnis sehari-hari dengan 41 persen perusahaan kesulitan mengelola cara-cara baru dalam merunut rantai perizinan (approval) dan kegiatan operasional lainnya.

Ketika ditanya bagian mana yang paling terpengaruh oleh pandemi, perusahaan Indonesia menjawab penjualan (54 persen), pelayanan konsumen (50 persen), dan keuangan (46 persen).

Sekitar 93 persen dari perusahaan yang disurvei menjadikan transformasi digital salah satu prioritas usaha, dan 85 persen di antaranya menggunakan teknologi digital untuk terus dapat menjalankan rencana bisnis selama pandemi Covid-19.

Di 12-18 bulan ke depan, fokus utama transformasi digital perusahaan akan berada di sektor pelayanan yang bersentuhan langsung dengan masyarakat seperti pelayanan pelanggan lini terdepan (67 persen), sistem back-end keuangan (65 persen), dan sistem front-end pemasukan (56 persen).

Sementara itu, bagian yang dinilai belum perlu transformasi digital adalah sistem back-end administrasi (44%) dan sistem back-end sumber daya manusia (37%).

Presiden Workday Asia, Rob Wells, mengatakan, pandemi global yang telah berjalan beberapa bulan ini semakin membuktikan pentingnya ketangkasan digital perusahaan. Tanpa dukungan teknologi yang tepat, perusahaan tidak bisa beradaptasi dengan perubahan yang datang kian cepat.

“Tahun ini, banyak perusahaan yang harus memperbarui sistem bisnis mereka secara signifikan dalam waktu yang singkat, dan studi kami membuktikan bahwa proses bisnis yang masih luring adalah salah satu rintangan terbesar,” kata Wells.

“Saya berharap hasil studi ini dapat membantu pemimpin perusahaan-perusahaan di Indonesia dalam menyusun rencana transformasi digital dan berinvestasi untuk menjamin kesehatan bisnis serta tenaga kerja dalam jangka panjang.”

 

TAGS : Covid-19 transformasi digital perusahaan




JURNAS VIDEO :

TERPOPULER :