Rabu, 17/07/2024 01:52 WIB

Diminta Tutup Konsulat di Houston, China akan Balas Tindakan AS

Penutupan itu telah diperintahkan untuk melindungi kekayaan intelektual AS dan informasi pribadi AS.

Presiden China Xi Jinping dan Presiden AS Donald Trump menghadiri pertemuan bilateral di sela KTT G20 di Osaka pada 29 Juni 2019. (Foto: AFP)

Beijing, Jurnas.com - Pemerintah China mengatakan, tindakan Amerika Serikat (AS) yang meminta China menutup konsulatnya di Houston keterlaluan dan tidak adil, serta dapat merusak hubungan kedua negara.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri China, Wang Wenbin mengutuk tindakan itu, yang terjadi pada saat meningkatnya ketegangan antara dua ekonomi terbesar dunia. Ia memperingatkan bahwa Tiongkok akan membalas jika AS tidak membalikkan keputusannya.

"Penutupan konsulat jenderal China di Houston secara sepihak dalam waktu singkat adalah peningkatan tindakan baru-baru ini terhadap Tiongkok," kata Wang pada konferensi pers harian.

Selain kedutaan besarnya di Beijing, Paman Sam memiliki lima konsulat di China daratan. Konsulat itu berada di Shanghai, Guangzhou, Chengdu, Wuhan dan Shenyang.

Departemen Luar Negeri AS mengkonfirmasi penutupan konsulat di Houston, setelah Kementerian Luar Negeri China melaporkan telah diperintahkan untuk menutup misi.

Juru bicara Deplu AS, Morgan Ortagus dalam sebuah pernyataan mengatakan penutupan itu telah diperintahkan untuk melindungi kekayaan intelektual AS dan informasi pribadi AS.

"AS tidak akan mentolerir pelanggaran RRC terhadap kedaulatan dan intimidasi terhadap orang-orang kami, sama seperti kami tidak mentolerir praktik perdagangan yang tidak adil RRC, pencurian pekerjaan As, dan perilaku mengerikan lainnya," ujarnya.

Polisi Houston mengatakan kepada FOX 26 bahwa staf di sana membakar dokumen karena mereka diusir dari gedung pada Jumat (17/7) sore.

Juga pada Selasa (21/7), Departemen Kehakiman AS mendakwa dua warga negara China atas kampanye spionase dunia maya selama satu dekade di mana mereka dituduh mencuri informasi tentang rancangan senjata, informasi obat, kode sumber perangkat lunak, dan data pribadi.

KEYWORD :

Amerika Serikat China Penutupan Konsulat Perang Dingin




JURNAS VIDEO :

PILIHAN REDAKSI :