Selasa, 11/05/2021 14:27 WIB

Utusan Rusia Bantah Bantu Peretas Curi Vaksin COVID-19

Badan intelijen di AS, Inggris dan Kanada menuduh kelompok peretas APT29 menggunakan perangkat lunak berbahaya untuk menyerang lembaga penelitian akademik dan farmasi yang terlibat dalam pengembangan vaksin COVID-19.

Agen intelijen di AS, Inggris dan Kanada menuduh kelompok peretasan APT29 sebagai bagian dari intelijen Rusia, menggunakan perangkat lunak berbahaya untuk menyerang lembaga yang terlibat dalam pengembangan vaksin COVID-19. (AFP)

London, Jurnas.com - Duta besar Rusia untuk Inggris, Andrei Kelin menepis tudingan dari Inggris dan sekutunya bahwa Kremlin membantu para peretas mengincar laboratorium yang tengah berusaha memproduksi vaksin COVID-19

"Tidak masuk akal tuduhan yang dibuat minggu lalu oleh Amerika Serikat (AS), Inggris dan Kanada," kata Kelin saat wawancara BBC yang disiarkan pada Minggu (19/7) waktu setempat.

"Saya sama sekali tidak percaya dengan cerita ini, tidak ada artinya di dalamnya," katanya ketika ditanya tentang tuduhan tersebut.

"Saya belajar tentang keberadaan mereka (peretas) dari media Inggris. Di dunia ini, untuk menghubungkan segala jenis peretas komputer dengan negara mana pun, itu tidak mungkin," tegas Kelin,

Pada Kamis (16/7), badan intelijen AS, Inggris dan Kanada menuduh kelompok peretas APT29 yang diyakini sebagai bagian dari intelijen Rusia menggunakan perangkat lunak berbahaya menyerang lembaga penelitian akademik dan farmasi yang terlibat dalam pengembangan vaksin COVID-19.

Namun, belum jelas apakah ada informasi berguna yang dicuri.

SelaiN itu, Kelin yang ditunjuk sebagai Duta Besar Rusia untuk Inggris pada November lalu juga menolak tudingan London bawah Rusia bertanggung jawab dalam gangguan pada pemilu Inggris pada tahun lalu.

Menteri Luar Negeri Inggris, Dominic Raab  menyebut ada pihak yang dengan sengaja membocorkan dokumen perdagangan antara Inggris dan AS untuk menyebabkan perpecahan besar dalam pemilu itu.

Kelin menegaskan bahwa Rusia tidak berminat ikut campur dalam politik domestik Inggris. "Saya tidak melihat ada gunanya menggunakan subjek ini sebagai masalah gangguan," katanya.

"Kami tidak ikut campur sama sekali. Kami tidak melihat adanya titik gangguan karena bagi kami, apakah itu akan menjadi Partai Konservatif atau Partai Buruh di kepala negara ini, kami akan mencoba menyelesaikan hubungan dan membangun hubungan yang lebih baik daripada sekarang," sambungnya. (Arab News)

TAGS : Curi Data Vaksin Corona Rusia Inggris Amerika Serikat




JURNAS VIDEO :

TERPOPULER :